Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, meminta pelaksanaan Car Free Day (CFD) di enam kecamatan disertai pemetaan lokasi dan kantong parkir yang matang. Langkah tersebut dinilai penting agar kegiatan yang digelar setiap Minggu pagi tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Pemerintah Kota Balikpapan resmi menerapkan CFD setiap Minggu pukul 06.00–09.00 Wita di enam kecamatan. Program tersebut diluncurkan secara simbolis di Taman 3 Generasi, Balikpapan Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Budiono menyambut baik kebijakan tersebut karena CFD dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Namun, menurutnya, perlu ada perencanaan yang matang, terutama dalam menentukan ruas jalan atau kawasan yang akan digunakan.
“Kalau di tiap-tiap kecamatan ada Car Free Day, nanti kita petakan di mana yang memungkinkan untuk tempat Car Free Day,” kata Budiono ketika diwawancarai wartawan, Senin (24/8/2026)
Ia menilai pemetaan menjadi penting karena pelaksanaan CFD berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas, terutama apabila kegiatan menggunakan ruas jalan yang selama ini menjadi jalur masyarakat.
“Karena itu kan akan sedikit mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.
Karena itu, Budiono mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) bersama perangkat daerah terkait untuk melakukan kajian terhadap lokasi yang dianggap paling sesuai di masing-masing kecamatan.
Selain menentukan lokasi, pengaturan kantong parkir juga perlu menjadi perhatian. Menurut Budiono, keberadaan area parkir yang jelas akan membantu mencegah kendaraan masyarakat parkir sembarangan di sekitar lokasi CFD.
“Kita tempatkan UMKM dan dinas-dinas terkait. Dishub mungkin bisa memetakan juga kantong-kantong parkirnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Budiono tetap melihat CFD sebagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain menjadi ruang untuk berolahraga, CFD juga dapat menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berjualan.
“Car Free Day itu juga bagian dari menyehatkan masyarakat dan menghidupkan UMKM,” katanya.
Dia menilai aktivitas ekonomi yang muncul selama CFD dapat menciptakan pergerakan ekonomi di masing-masing wilayah. Karena itu, keterlibatan UMKM perlu tetap diberikan ruang dalam pelaksanaan CFD.
Budiono berharap Pemkot Balikpapan dapat memastikan setiap lokasi CFD memiliki konsep penataan yang jelas, mulai dari pengaturan lalu lintas, kantong parkir, hingga penempatan UMKM.
Dengan demikian, perluasan CFD ke enam kecamatan tidak hanya menjadi kegiatan olahraga masyarakat, tetapi juga dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan. (ADV/DPRD Balikpapan)









