Kemarau Picu Kekhawatiran Kualitas Udara, DPRD Minta Dinkes Gencarkan Edukasi

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kondisi cuaca panas dan lingkungan yang mulai mengering tidak hanya meningkatkan potensi kebakaran, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara di Kota Balikpapan. DPRD Kota Balikpapan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, khususnya saat kondisi udara berdebu atau dipenuhi asap.

Anggota DPRD Kota Balikpapan, Riyan Indra Saputra, mengatakan kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan paparan debu dan asap. Situasi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama mereka yang sensitif terhadap gangguan pernapasan.

“Selain mengantisipasi bahaya kebakaran, kita juga perlu memperhatikan kualitas udara. Kondisi lingkungan yang kering bisa membuat debu lebih mudah beterbangan, ditambah asap apabila terjadi pembakaran,” ujar Riyan saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, masyarakat perlu mendapat informasi yang cukup mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun. Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu maupun asap.

Riyan meminta Dinkes Balikpapan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama mengenai pentingnya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara berdebu atau terdapat asap.

“Dinkes perlu memberikan edukasi kepada masyarakat, bagaimana menjaga kesehatan ketika kondisi udara kurang baik. Salah satunya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar,” katanya.

Di sisi lain, Riyan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Selain berpotensi memicu kebakaran, aktivitas tersebut juga menghasilkan asap yang dapat memperburuk kualitas udara di lingkungan sekitar.

Ia menilai menjaga kualitas udara dan mencegah kebakaran harus dilakukan secara bersamaan. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk mengantisipasi dampak kondisi kemarau.

“Jangan sampai ada aktivitas yang memicu kebakaran, khususnya di dekat kawasan hutan. Pencegahan sejak awal menjadi langkah yang paling penting,” imbuhnya.

Riyan berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan selama cuaca panas dan kering. Menurutnya, kewaspadaan sejak dini dapat membantu mencegah kebakaran sekaligus menjaga kualitas udara tetap baik. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *