Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Keamanan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pembangunan dan operasional ketenagalistrikan berjalan aman dan andal. Hal tersebut menjadi perhatian PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melalui kegiatan Analisa dan Evaluasi (ANEV) Kinerja Pengamanan Objek Vital di lingkungan PLN.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium PLN HUB Balikpapan, Kamis (3/9), menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Vital Tertentu (Obter), sekaligus membahas kondisi aktual serta potensi risiko yang perlu diantisipasi dalam menjaga keamanan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Bagian Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kaltim AKBP Anthony Rybok, S.E., Kabagbinopsnal Ditpamobvit AKBP Sunardy, S.H., beserta jajaran Pamobvit Polda Kaltim. Dari pihak PLN hadir Manager K3L & Keamanan UID Kaltimtara Ambo Tuo, Manager K3L & KAM PLN UIP KLT Fajar Putra, serta perwakilan K3L & KAM UIP3B Kalimantan Timur.
Dalam forum tersebut, jajaran PLN dan Pamobvit Polda Kaltim melakukan analisa terhadap pelaksanaan pengamanan di lapangan, mengidentifikasi potensi gangguan keamanan, serta membahas langkah preventif yang dapat dilakukan untuk menjaga objek vital kelistrikan tetap dalam kondisi aman.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar area objek vital PLN. Potensi tersebut menjadi perhatian karena kondisi karhutla dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan infrastruktur maupun kelangsungan operasional apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kaltim AKBP Anthony Rybok, S.E., menyampaikan bahwa keamanan objek vital kelistrikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi lintas pihak.
“Keamanan Objek Vital Nasional adalah tanggung jawab bersama. Polda Kaltim berkomitmen memperkuat sinergi dengan PLN untuk memastikan setiap objek vital kelistrikan di Kalimantan Bagian Timur terlindungi secara optimal, sehingga operasional dan pelayanan kelistrikan dapat terus berjalan dengan aman dan andal,” ujar Anthony.
Menurut Anthony, evaluasi bersama menjadi bagian penting untuk melihat pelaksanaan pengamanan secara menyeluruh serta memastikan berbagai potensi risiko dapat diantisipasi melalui langkah yang tepat di lapangan.
Sementara itu, Manager K3L & KAM PLN UIP KLT Fajar Putra mengatakan kegiatan ANEV menjadi kesempatan bagi PLN untuk melihat kembali pelaksanaan pengamanan di lapangan sekaligus menyelaraskan langkah antisipasi bersama jajaran Pamobvit Polda Kaltim.
“ANEV ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat kembali pelaksanaan pengamanan di lapangan, termasuk hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi dari Pamobvit Polda Kaltim menjadi bahan bagi PLN untuk melakukan perbaikan dan memastikan setiap potensi risiko dapat diantisipasi,” kata Fajar.
Fajar menambahkan bahwa keberlanjutan pengamanan membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang konsisten antara PLN dan pihak kepolisian.
“Yang kami jaga bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga keberlangsungan pembangunan dan pelayanan kelistrikan yang bergantung pada infrastruktur tersebut. Karena itu, koordinasi dengan Pamobvit menjadi bagian penting untuk memastikan pengamanan berjalan secara efektif, preventif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ANEV tersebut, PLN UIP KLT dan Pamobvit Polda Kaltim menghasilkan sejumlah hasil evaluasi dan kesepahaman sebagai dasar tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pengamanan. Evaluasi secara berkala diharapkan dapat memastikan sistem pengamanan objek vital kelistrikan semakin responsif terhadap kondisi di lapangan serta mampu mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN UIP KLT dalam menjaga keamanan infrastruktur pembangunan ketenagalistrikan di Kalimantan Bagian Timur, sehingga pembangunan dapat terus berjalan dan manfaat listrik yang aman dan andal dapat terus mendukung aktivitas masyarakat. (*)







