Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada awal 2027. Untuk tahap awal pengerjaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, H Gasali, mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut sebelumnya ditargetkan dimulai pada 2026. Namun, rencana itu mengalami penundaan akibat adanya revisi teknis dari konsultan Manajemen Konstruksi (MK).
“Ada revisi teknis dari konsultan MK. Seharusnya mulai tahun ini, karena ada revisi, jadi pembangunan fisiknya ditunda jadi awal tahun 2027 nanti. Perkiraan antara Januari atau Februari,” ujar Gasali kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Gasali menjelaskan, anggaran pembangunan secara keseluruhan telah disiapkan melalui skema tahun jamak atau multiyears selama tiga tahun hingga 2028. Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek strategis tersebut mencapai sekitar Rp273 miliar.
Sementara itu, untuk memulai pekerjaan konstruksi, pemerintah telah mengunci anggaran sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar.
“Saya pikir awalnya sudah bisa dilaksanakan tahun ini karena anggarannya sudah siap, tapi karena ada revisi secara teknis makanya diundur,” jelasnya.
Menurut Gasali, penundaan pembangunan tidak menjadi persoalan besar karena proyek RSUD Balikpapan Timur menggunakan skema multiyears. Karena itu, pekerjaan fisik yang baru dimulai pada awal 2027 masih memiliki waktu pelaksanaan hingga 2028.
“Karena ini proyek multiyears, semisal lelang baru dieksekusi Januari pun tidak menjadi masalah,” katanya.
Saat ini, Pemkot Balikpapan disebut tengah mempersiapkan proses lelang. Namun, proses tersebut masih terkendala penyelesaian revisi teknis dari konsultan MK.
Komisi IV DPRD Balikpapan mendorong agar revisi tersebut segera diselesaikan sehingga proses lelang dapat dilaksanakan secepatnya. DPRD juga berharap pembangunan fisik dapat dimulai pada Januari atau Februari 2027.
RSUD Balikpapan Timur diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas kesehatan penting untuk memperluas akses pelayanan bagi masyarakat di wilayah timur kota.
Keberadaan rumah sakit tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan warga terhadap fasilitas kesehatan yang berada di kawasan pusat Balikpapan.
DPRD Balikpapan memastikan akan terus mengawal proses pembangunan agar penggunaan anggaran berjalan sesuai perencanaan dan target penyelesaian proyek pada 2028 tetap dapat dipertahankan. (ADV/DPRD Balikpapan)






