Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Balikpapan. Kondisi tersebut mendapat perhatian DPRD Kota Balikpapan yang langsung berkoordinasi dengan PT PLN untuk mengetahui penyebab gangguan pasokan listrik.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengatakan berdasarkan koordinasi dengan PLN, kondisi sistem kelistrikan Kalimantan saat ini belum optimal karena adanya gangguan pada sejumlah pembangkit.
“Sudah saya koordinasi dengan pihak PLN. Mereka menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan Kalimantan saat ini mengalami gangguan pada sejumlah pembangkit, sehingga kemampuan pasokan listrik belum optimal,” kata Alwi, Senin (14/9/2026).
Ia menyebut sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan antara lain PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.
Menurut Alwi, PLN saat ini terus mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia sekaligus berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan.
Pembangkit yang sedang dalam proses pemulihan ditargetkan dapat kembali beroperasi secara bertahap pada pekan ketiga hingga pekan keempat September 2026.
Selain mempercepat pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN juga menyiapkan tambahan pasokan melalui sejumlah pembangkit sewa dan pembangkit Batu Licin berkapasitas 10 megawatt (MW).
“Pembangkit sewa tahap pertama total dayanya 158 MW dan tahap kedua 120 MW. PLN terus melakukan proses pemulihan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit,” ujarnya.
Alwi mengatakan PLN telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Namun, selama kondisi sistem belum sepenuhnya normal, masyarakat juga diminta menggunakan listrik secara bijak, terutama pada saat beban puncak.
“Kita berharap masyarakat juga ikut membantu dengan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak. Ini bagian dari upaya bersama untuk menjaga penggunaan energi tetap efisien dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)







