Proses Pembangunan Destinasi Wisata Rumah Adat Mulai Dilakukan

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Kota Balikpapan tengah mendorong pembangunan destinasi wisata berbasis budaya berupa rumah adat. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Subari, yang mengungkapkan bahwa rencana tersebut telah masuk dalam kajian dan pembahasan pihaknya bersama Pemerintah Kota Balikpapan.

“Jadi, itu salah satu dari kajian kami kemarin. Pemerintah Kota melalui usulan DPRD akan membangun destinasi wisata rumah adat. Saat ini sedang dalam progres. Kami juga sudah meninjau lokasi yang diusulkan,” ungkap Subari kepada wartawan, Selasa (6/5/2025).

Menurutnya, lokasi yang dipilih berada di kawasan Batu Ampar, tepatnya di perbatasan dengan wilayah Geraha Indah, Balikpapan Utara. Subari menjelaskan bahwa sudah ada lahan masyarakat yang bersedia hibah tanah untuk pembangunan tersebut.

“Ada sekitar dua hektare tanah yang sudah dihibahkan, dan ada potensi tambahan menjadi tiga hektare. Kami juga sudah bertemu langsung dengan pemilik lahan dan membicarakan hal ini. Mereka menyambut baik,” ujarnya.

Subari menegaskan bahwa proses selanjutnya adalah memastikan legalitas lahan tersebut, termasuk status alas hak dan kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Ia juga menyebutkan bahwa camat, lurah, serta perwakilan dari dinas terkait, termasuk Dinas Pendidikan, telah ikut serta dalam peninjauan.

“Kita perlu pastikan dulu legalitas tanahnya. Apakah ada masalah dengan RTRW dan aspek lingkungan. Kalau lahan itu masuk dalam kawasan ruang terbuka hijau, tentu akan kita lihat korelasinya. Tapi sejauh ini masih sesuai dan bisa dilanjutkan,” katanya.

Jika seluruh proses administrasi dan legalitas selesai, pembangunan rumah adat ini akan dilanjutkan sebagai bagian dari program pariwisata daerah dan diharapkan menjadi salah satu ikon budaya Kota Balikpapan.

“Proses ini masih dalam tahap awal dan belum bisa dipastikan kapan akan dimulai pembangunannya. Yang jelas, kami pastikan dulu legalitas tanahnya. Kalau ada masalah, tentu kita akan cari lokasi alternatif,” tutupnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *