Dewan Sebut Pelabuhan Speed Boat Balikpapan–Penajam Perlu Segera Direvitalisasi

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kondisi Pelabuhan Speed Boat Balikpapan–Penajam di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, semakin memprihatinkan. Fasilitas pelabuhan yang kini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) itu dinilai rawan dan perlu segera direvitalisasi demi keselamatan pengguna. Hingga saat ini kondisinya pun dikeluhkan bagi pengguna jasa di pelabuhan tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Baharuddin Daeng Lalla, mengatakan bahwa pelabuhan tersebut sebenarnya sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, proyeknya sempat dianggarkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan pada 2019, sebelum kewenangannya dialihkan ke provinsi.

“Sudah ada DED-nya, bahkan tahun 2019 sudah pernah dianggarkan saat masih kewenangan kota. Tapi sekarang karena sudah jadi kewenangan provinsi, pembangunannya terhenti,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Menurut Baharuddin, kondisi pelabuhan saat ini sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jasa transportasi laut menuju Penajam.

Ia menilai perlu adanya komunikasi intensif antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi untuk mempercepat proses revitalisasi.

“Pelabuhan ini harus segera diperbaiki karena kondisinya rawan. Kami minta provinsi segera menindaklanjuti agar keselamatan pengguna tidak terabaikan,” tegasnya.

Baharuddin menambahkan, pelabuhan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi satu-satunya pelabuhan milik Pemkot Balikpapan yang masih aktif digunakan warga di kawasan Balikpapan Barat.

Ia membandingkan kondisi pelabuhan di sisi Penajam yang kini sudah tertata dan memiliki fasilitas lebih baik.

“Kalau tidak segera dibenahi, pelabuhan kita akan semakin tertinggal. Di Penajam pelabuhannya sudah bagus, tinggal Balikpapan yang belum tersentuh,” ungkapnya.

DPRD berharap Pemerintah Provinsi Kaltim segera menindaklanjuti rencana revitalisasi tersebut agar masyarakat Balikpapan bisa menikmati fasilitas pelabuhan yang lebih aman dan representatif. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *