Lintaskaltim.com, BERAU — Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, melontarkan kritik pedas terhadap pengelolaan RSUD dr Abdul Rivai.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (13/4/2026), ia menilai kondisi rumah sakit saat ini sangat memprihatinkan.
Masalah utama yang disoroti adalah kekosongan stok obat serta tumpukan utang yang mencapai miliaran rupiah.
Waris menegaskan, ketersediaan obat merupakan hal mutlak yang tidak boleh dinegosiasikan oleh manajemen.
Menurutnya, kegagalan menyediakan obat dasar adalah bentuk kelalaian yang membahayakan nyawa pasien.
Ia pun tidak segan menyebut kondisi carut-marut ini sebagai bukti nyata kegagalan manajerial.
“Stok obat itu wajib selalu tersedia, karena ini menyangkut nyawa manusia. Tapi kenyataannya sempat habis,” tegas Waris.
Lebih lanjut, ia membandingkan kondisi sekarang dengan periode sebelumnya yang menurutnya jauh lebih stabil.
Dengan utang pengadaan obat yang menembus angka Rp10 miliar, Waris mendesak adanya konsekuensi moral dari pimpinan rumah sakit.
Ia bahkan menyatakan siap mundur jika berada di posisi direktur saat ini.
“Kalau saya jadi direktur, saya akan mundur sebagai bentuk tanggung jawab. Ini sudah keterlaluan,” ucapnya.
Waris pun meminta Pemerintah Kabupaten Berau berani melakukan perombakan besar di struktur manajemen.
Ia meyakini banyak sumber daya manusia di Berau yang memiliki kemampuan manajerial lebih baik.
Perubahan ini dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan pelayanan kesehatan di Bumi Batiwakkal. (ADV/DPRD BERAU)







