Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan terus mendorong percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai bagian dari program nasional. Hingga saat ini, seluruh koperasi telah beroperasi di 34 kelurahan, meski baru sembilan yang memiliki bangunan khusus.
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, menjelaskan bahwa pengembangan KMP masih mengikuti arahan pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan gerai dan gudang. Pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah BUMN untuk penyediaan lahan.
“Sudah ada sembilan koperasi yang memiliki bangunan di kelurahan dari total 34. Kami masih berupaya mencari lahan tambahan, termasuk menjalin kerja sama dengan BUMN yang ada di Balikpapan. Saat ini masih menunggu rekomendasi dari mereka,” ujar pria yang akrab disapa Heru, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala utama. Pasalnya, kebutuhan lahan untuk pembangunan fasilitas koperasi berkisar antara 600 hingga 1.000 meter persegi, sementara pemerintah kota tidak menyediakan lahan khusus.
“Karena tidak ada lahan yang disiapkan khusus, kami memanfaatkan lahan yang tersedia. Namun mencari lahan dengan luasan tersebut cukup sulit,” jelasnya.
Meski demikian, dari sisi operasional, seluruh KMP di Balikpapan telah berjalan. Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi ujung tombak distribusi berbagai barang subsidi pemerintah di tingkat masyarakat.
“Koperasi Merah Putih ini menjadi kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah untuk mendistribusikan barang subsidi, seperti beras, minyak, dan gas. Mereka tetap mendapatkan keuntungan, yang sudah diperhitungkan oleh pemerintah pusat,” terangnya.
Selain menyalurkan barang subsidi, koperasi juga didorong untuk mengembangkan usaha lain guna meningkatkan pendapatan. Hal ini termasuk penguatan modal dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan anggota serta pasar yang lebih luas.
DKUMKMP juga akan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Fasilitator turut direkrut untuk membantu pengelolaan usaha hingga penyusunan laporan administrasi.
Heruressandy menambahkan, seluruh koperasi di Balikpapan telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan capaian 100 persen. Saat ini, proses yang tengah dikejar adalah pelaporan ke kementerian melalui sistem yang telah disediakan.
“Pelaksanaan RAT sudah 100 persen. Sekarang kami fokus menyelesaikan pelaporan ke pusat, dengan target seluruhnya rampung pada April,” pungkasnya. (yud)







