TANJUNG REDEB – Masalah peningkatan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Mangunsong. Dalam menghadapi penyakit menular ini, Rudi menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat mulai dari tingkat dasar.
Rudi mengatakan bahwa TBC perlu diatasi melalui pendekatan preventif dan kuratif yang komprehensif.
“Penyakit ini memang perlu diwaspadai karena menjangkiti berbagai kalangan dan memiliki potensi penularan yang tinggi. Kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk mengendalikan penyebarannya,” ujarnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Rudi menyarankan langkah-langkah antisipatif melalui edukasi dan sosialisasi sebagai upaya pencegahan. Dia juga menyoroti pentingnya ketersediaan fasilitas kesehatan di tingkat bawah, seperti puskesmas, untuk memberikan pengobatan yang terjangkau kepada masyarakat yang terinfeksi TBC.
“Selain upaya pencegahan melalui edukasi, pengobatan yang tepat juga sangat penting. Pemerintah harus memastikan bahwa fasilitas kesehatan di tingkat bawah siap mendukung upaya pengobatan ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rudi mengajak masyarakat untuk aktif dalam melakukan pencegahan dini di tingkat keluarga.
“Pencegahan dini dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang sehat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Semua ini merupakan langkah mandiri yang dapat dilakukan setiap individu untuk menghindari penyakit TBC,” tegasnya.
Rudi menutup pernyataannya dengan mengimbau agar sosialisasi dan edukasi terus dilakukan secara intensif oleh pemerintah dan Dinas Kesehatan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka dari ancaman penyakit menular ini.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan upaya melawan TBC dapat lebih efektif dan menyeluruh, memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Berau dari bahaya penyakit ini.(ADV)







