Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Masyarakat Balikpapan diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya pencurian meteran air yang kini sering terjadi di perumahan warga maupun perkantoran. Staf Ahli Humas Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Adelina, mengonfirmasi adanya beberapa laporan warga terkait hilangnya meteran air, yang menyebabkan aliran air terhenti.
“Memang ada beberapa warga komplain ke Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM, karena air tidak mengalir. Setelah dicek oleh petugas, ternyata meteran air tidak ada atau hilang,” kata Adelina saat diwawancarai lewat sambungan telepon pada Kamis (4/7/2024).
PTMB menjadikan masalah ini sebagai perhatian khusus. Mereka meminta pelanggan untuk selalu waspada dan mengumumkan akan bekerjasama dengan pihak kepolisian Balikpapan untuk mengantisipasi pencurian meteran air tersebut.
“Jadi untuk saat ini PTMB tengah melakukan kajian untuk memitigasi terhadap pencurian meteran air milik masyarakat. Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta akan menjalin komunikasi dengan pihak terkait,” ujar wanita yang akrab disapa Adel ini.
Selain itu, PTMB akan melakukan komunikasi dengan aparat kepolisian untuk menindak oknum-oknum yang melakukan pencurian meteran air secara ilegal. Untuk jumlah pelanggan yang kehilangan meteran air, Adel menjelaskan bahwa data tersebut ada di bagian hubungan pelanggan (hublang) dan harus dilihat terlebih dahulu berdasarkan laporan dari pelanggan.
“Kalau penggantian meteran air yang hilang, pihaknya harus melakukan analisa terlebih dahulu, artinya kalau memungkinkan kita ganti, ya, kita ganti, tergantung dari kasusnya,” pungkasnya.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Balikpapan bisa lebih waspada dan pencurian meteran air dapat diminimalisir, sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan dapat tetap berjalan lancar. (Mdy)













