Lintaskaltim.com, TENGGARONG – Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam membangun kebijakan.
Kebijakan ataupun regulasi yang terbangun idealnya tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat luas. Maka dari itu, studi komparasi yang menekankan pertukaran informasi dan pengalaman, menurut dia, merupakan strategi efektif menghadapi tantangan pembangunan.
Gagasan tersebut Fauzi sampaikan di tengah kunjungan kerja (kunker) Komisi II DPRD Balikpapan ke DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (8/11/2024). Kunker ini bertujuan mempererat hubungan antarlegislatif dan memperluas wawasan terkait kebijakan serta praktik pembangunan. Sehingga Komisi II dapat mengadaptasi kebijakan dan penerapannya untuk Kota Balikpapan.
“Dengan adanya pertukaran pengalaman ini, kita bisa mencari solusi pembangunan yang lebih inovatif dan efisien. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah akan meningkat,” ujar Fauzi setelah kunjungan.
Kunjungan kerja tersebut disambut oleh Wakil Sekretariat DPRD Kukar, Achmad. Dalam pertemuan ini, Komisi II DPRD Balikpapan mempelajari kebijakan yang berhasil diterapkan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sejumlah isu yang mendapat perhatian Komisi II dalam kesempatan tersebut meliputi pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, dan inovasi pelayanan publik. Fauzi mengatakan, bahwa pengelolaan sumber daya alam dan pelayanan publik menjadi fokus utama bahasan dalam diskusi.
“Kami ingin menggali potensi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Kota Balikpapan,” tambahnya.
Lebih lanjut Fauzi berharap kesempatan ini dapat membantu DPRD Kota Balikpapan dalam mengadopsi langkah-langkah yang relevan guna mempercepat pembangunan kota.
“Kami berdiskusi tentang langkah yang bisa diterapkan demi mempercepat kemajuan Kota Balikpapan,” terangnya.
Kemudian, ia juga optimis bahwa hasil dari kunker akan memperkuat kinerja legislatif dalam mendorong pencapaian target pembangunan pemerintah.
“Kami optimis kunjungan ini akan memberi dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Kota Balikpapan,” demikian Fauzi. (yor/Adv/DPRD Balikpapan)













