Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan menekankan pentingnya sentralisasi industri kecil demi mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas produk lokal.
Hal ini terungkap dalam pandangan umum fraksi tersebut atas pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Balikpapan.
Gerindra menyoroti sektor industri seperti pembuatan kerupuk dan pemotongan unggas yang selama ini tersebar di kawasan permukiman. Namun demikian, sampai saat ini belum ada langkah tegas mengenai pengelolaan limbah atas aktivitas produksi tersebut.
“Saat ini banyak limbah minyak yang dibuang langsung ke saluran air tanpa pengolahan. Sentralisasi akan mempermudah kontrol, baik dari sisi lingkungan maupun kualitas produk,” jelas Ketua Fraksi Gerindra, Rahmatia saat membacakan pandangan umum pada rapat paripurna, Senin (18/11/2024).
Menurut Rahmatia, sentralisasi industri kerupuk akan memastikan bahan baku yang aman, proses yang higienis, dan produk yang memenuhi standar halal. Hal ini menjadi penting, sebab jenis industri rumahan ini banyak beroperasi di permukiman warga tanpa pengawasan yang memadai.
Selain itu, fraksi Gerindra menggarisbawahi perlunya sentralisasi industri pemotongan unggas yang berlaku di pasar atau permukiman padat penduduk. Limbah dari aktivitas ini berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Dengan sentralisasi, limbah tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga lingkungan menjadi lebih sehat.
“Industri kecil dan menengah adalah tulang punggung ekonomi kita. Dengan pengelolaan yang baik, sektor ini dapat tumbuh lebih pesat tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,” tambah Rahmatia.
Selain aspek lingkungan, sentralisasi industri dapat mendukung visi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Pengelolaan industri kecil dan menengah yang lebih baik akan memperkuat daya saing ekonomi lokal sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Fraksi Gerindra berkomitmen mengawal kebijakan ini agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin pembangunan industri di Balikpapan tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberi kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi lokal,” tegas Rahmatia. (yor/Adv/DPRD Balikpapan)











