Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengungkapkan keprihatinan atas masih maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Ia menyoroti fakta menyedihkan bahwa sebagian besar pelaku berasal dari lingkungan terdekat korban, termasuk anggota keluarga seperti paman.
“Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan ketaatan terhadap nilai-nilai agama. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Budiono, Rabu (22/11/2024).
Budiono menekankan bahwa pengawasan yang kurang ketat sering menjadi celah bagi pelaku untuk melakukan tindakan kejahatan. Ia juga menyerukan hukuman berat, terutama jika pelaku adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Bagi ASN yang terbukti terlibat, sanksi administrasi seperti penurunan pangkat hingga pemecatan perlu diterapkan. Selain itu, pelaku harus mendapatkan pembinaan norma dan agama agar kejadian ini tidak terulang,” ujarnya.
Selain hukuman untuk pelaku, Budiono menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan identitas korban, terutama anak-anak. Hal ini dilakukan untuk melindungi korban dari stigma sosial dan mendukung pemulihan mereka.
“Kerahasiaan identitas itu wajib. Selain itu, korban juga memerlukan pendampingan psikologis untuk membantu mereka pulih secara mental dan fisik,” tambahnya.
Meskipun penanganan kasus sejauh ini dianggap cukup efektif, Budiono mengingatkan bahwa peluang terjadinya kejahatan tetap ada. Ia mendorong keluarga, terutama orangtua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka.
“Sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarga. Orangtua harus lebih peduli dan mengawasi anak-anak mereka,” katanya.
Budiono juga mengingatkan pentingnya mengalihkan perhatian anak dari perangkat digital yang berlebihan.
“Kurangi penggunaan gawai dan dorong mereka untuk lebih banyak terlibat dalam aktivitas positif seperti olahraga atau kegiatan prestasi. Dengan begitu, anak-anak bisa terhindar dari hal-hal negatif,” jelasnya.
Ia berharap langkah ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi kekerasan seksual di Balikpapan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. (yor/Adv/DPRD Balikpapan)






