Biadap !! Balita di Balikpapan Utara Diduga Dicabuli oleh Bapak Kos

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Seorang balita di Balikpapan diduga mengalami tindak pencabulan oleh tetanggannya yang merupakan bapak kos. Kejadian ini pun lantas viral di media sosial baru-baru ini.

Informasi yang dihimpun oleh lintasbalikpapan.com, ibu korban berinisial SB (28) mengatakan kasus ini terungkap setelah anaknya mengeluh sakit pada kemaluannya pada September 2024. Bahkan pada tanggal 1 Oktober anak korban terus mengeluh kesakitan saat hendak buang air kecil.

“Anak saya ini sering ngeluh perih sambil nunjukin kemaluannya. Terakhir malam main ke sana (bapak kos) itu tanggal 1 Oktober pun anak saya ngeluh lagi sakit sambil pegang kemaluannya” ujarnya pada Kamis (19/12/2024).

SB semakin yakin anaknya menjadi korban kekerasan seksual setelah mendapati bercak merah di mulut anaknya pada tanggal 2 Oktober 2024. Merasa khawatir, ia pun membawa anaknya untuk diperiksa ke dokter anak dan dokter umum pada tanggal 3 Oktober 2024.

“Dokter anak mengatakan memang ada iritasi dan luka lecet di vagina dan ada lenderi seperti keputihan berbau amis,” tuturnya.

Ia pun disarankan untuk pergi ke dokter di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk melakukan visum. Hanya saja saat itu pihak RS Bhayangkara menyarankan korban untuk membuat laporan kepolisian terlebih dahulu. Tak ingin berbelit, korban pun membawa anaknya ke RS Kanujoso Djatiwibowo pada tanggal 4 Oktober 2024.

“Dokter forensik di RS Kanujoso membenarkan vagina anak saya mengalami luka robek di 4 bagian. Dan luka terakhir kisaran 2 sampai 3 hari yang lalu. Itu pas banget karena terakhir anak saya ke rumah mereka itu tanggal 1 Oktober kemarin. Kemungkinan sudah berulang kali terjadi dan lebih dari empat kali,” bebernya.

Tak terima anaknya menjadi korban, SB pun langsung melapor ke Polda Kaltim pada 4 Oktober dengan nomor laporan polisi LP/B/174/X/2024/SPKT I/POLDA KALTIM. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan dari kasus tersebut.

“Sampai sekarang pihak Polda masih melakukan penyelidikan,” tuturnya.

Ditanya dugaan pelaku, SB mengatakan bahwa dirinya mencurigai pelaku adalah bapak kos. Sebab sejak korban tinggal di kos tersebut selama 2 tahun terakhir, terduga pelaku memang akrab dengan korban.

“Dari awal memang mereka baik dan sayang sama anak saya. Mereka nganggep kayak cucu sendiri. Anak saya juga suka main ke rumahnya, kadang suka diambil juga sama bapak kosnya,” jelasnya.

SB mengatakan dirinya sempat tidak menduga bahwa terduga pelaku adalah bapak kos tersebut. Apalagi terduga pelaku disebut-sebut sangat ramah dengan warga dan terkenal di lingkungannya, bahkan aktif dalam kegiatan masjid.

“Saya sempat lapor ke Pak RT, tapi RT nggak percaya. Saya juga depresi pas tahu kejadian ini, rasa nggak percaya tapi bukti visum sudah nyata,” pungkasnya. (yad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *