Lintaskaltim.com, KUTAI KARTANEGARA – Yayasan Jejak Pulang bersama dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Basic Fire Fighting Technique atau Teknik Dasar Pemadaman Api di Kecamatan Samboja Barat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tenaga pendidik setingkat SLTA, organisasi kepemudaan (OKP), dan relawan.
Staff Humas Yayasan Jejak Pulang, Amran, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kebakaran, terutama di wilayah yang rawan terjadi bencana.
“Bimtek ini bertujuan untuk membangun kapasitas, keterampilan, serta mempererat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat. Kami juga ingin meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kebakaran serta mendorong terciptanya daerah yang bebas dari insiden kebakaran,” ujar Amran kepada wartawan, Rabu (19/2/2025).
Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), cara menangani kebakaran akibat gas LPG, serta teknik dasar pemadaman api di lahan terbakar.
Amran juga menekankan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang pemadaman api, sehingga pelatihan ini menjadi sangat penting.
“Sekitar 80 persen peserta belum mengetahui cara yang benar dalam menangani kebakaran. Oleh karena itu, bimbingan teknis ini sangat diperlukan agar mereka bisa memenuhi standar operasional prosedur dalam situasi darurat,” tambahnya.
Koordinator Sektor Pos Damkar Samboja, Saharuddin, menyambut baik pelatihan ini dan berharap semakin banyak pihak yang mengadakan kegiatan serupa untuk mempermudah tugas pemadam kebakaran di lapangan.
“Relawan sangat berperan dalam membantu kami. Dengan adanya pembinaan seperti ini, mereka bisa bekerja lebih efektif dalam menangani kebakaran sebelum tim damkar tiba di lokasi,” ungkap Saharuddin.
Menurutnya, di tahun 2024, Kecamatan Samboja dan Samboja Barat termasuk wilayah dengan jumlah kebakaran permukiman yang relatif rendah, yaitu hanya dua kasus.
Sementara itu, Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi terhadap Yayasan Jejak Pulang atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
“Kami berharap keterlibatan masyarakat dalam menangani kebakaran semakin meningkat. Selama ini, koordinasi dalam penanganan kebakaran sudah berjalan baik antara pemerintah kecamatan, Polsek, Koramil, Damkar, PMI, serta relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA),” ujar Burhanuddin.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kecamatan telah merencanakan pembentukan unit pemadam kebakaran sendiri, namun masih terkendala regulasi terkait pengangkatan tenaga honorer.
Lurah Sungai Merdeka, Agus Santosa, turut mengapresiasi kegiatan ini mengingat wilayah Sungai Merdeka merupakan daerah rawan kebakaran.
“Sekitar 63% wilayah kami masuk dalam kawasan yang rentan kebakaran. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat agar memiliki keterampilan dasar dalam pemadaman api,” kata Agus.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat lebih siap dalam menghadapi kebakaran serta dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. (Yud)







