Kebakaran Meningkat di Balikpapan, BPBD Imbau Warga Waspada

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan tengah menghadapi peningkatan kasus kebakaran yang terjadi dalam waktu singkat sepanjang bulan Mei 2025. Hingga tanggal 13 Mei, tercatat sudah tiga kejadian kebakaran yang terjadi di lokasi berbeda, yang menimbulkan kerusakan material cukup signifikan meskipun tidak ada korban jiwa.

Kebakaran terbaru terjadi di kawasan Balikpapan Tengah, tepatnya di belakang Masjid Al Anshar, Sungai Ampal, Kelurahan Sumber Rejo. Petugas dengan sigap menuju lokasi kejadian dan berhasil memadamkan api tak kurang dari 30 menit.

Bahkan sebelumnya, kebakaran juga menimpa SMKN 5 di Lamaru, Balikpapan Timur. Beruntung api lekasi dipadamkan petugas berkat kesigapan tim Pemadam Kebakaran. Meski begitu, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan cukup parah.

Selain itu, dua kebakaran lainnya terjadi di kawasan permukiman padat penduduk, masing-masing di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Barat. Kedua kejadian ini menyebabkan kerusakan pada rumah warga, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Usman Ali menegaskan bahwa kebakaran sering kali bisa dicegah dengan kewaspadaan dan disiplin. Ia mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari yang dapat memicu kebakaran, seperti tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, rutin memeriksa instalasi listrik, serta menghindari penumpukan barang-barang mudah terbakar di dalam rumah.

“Kaum ibu rumah tangga diingatkan agar selalu mematikan kompor saat selesai memasak dan tidak meninggalkan dapur dalam keadaan api menyala, karena ini sering menjadi pemicu utama kebakaran rumah tangga,” ujar Usman Ali pada Selasa (13/5/2025).

Sebagai upaya pencegahan, BPBD Balikpapan berencana memperluas program sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada warga, terutama di kawasan yang rawan kebakaran. Edukasi ini mencakup pengenalan potensi bahaya kebakaran, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta prosedur evakuasi darurat.

“BPBD akan bekerja sama dengan RT, kelurahan, dan sekolah untuk melakukan edukasi kebencanaan secara langsung kepada warga. Diharapkan dengan meningkatnya kesadaran kolektif, risiko kebakaran dapat diminimalkan,” ujar Usman.

Usman juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Tindakan cepat akan membantu mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Dengan peningkatan kewaspadaan dan partisipasi masyarakat, diharapkan kasus kebakaran di Balikpapan dapat ditekan dan dicegah secara efektif. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru