Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana membangun Terminal Barang di Kilometer 13. Rencana ini dinilai penting untuk mengatasi permasalahan lalu lintas akibat banyaknya kendaraan bertonase besar atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang masuk ke pusat kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyampaikan bahwa keberadaan terminal barang sangat mendesak untuk mengurangi beban lalu lintas, terutama di kawasan rawan kemacetan seperti tanjakan Rapak.
“Saat ini kita sangat membutuhkan terminal barang. Rencananya akan dibangun di KM 13. Lahannya sudah tersedia dan ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026. Anggarannya sekitar Rp250 miliar, dengan luas hampir 11 hektare. Lahan tersebut merupakan aset milik Pemkot Balikpapan,” ujar Yusri kepada wartawan, Kamis (26/6/2025).
Terminal ini nantinya akan menjadi tempat aktivitas bongkar muat truk-truk besar, sehingga tidak perlu lagi masuk ke dalam kota. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Kalau terminal barang ini jadi, maka truk-truk besar tidak perlu lagi masuk ke dalam kota. Ini akan sangat membantu mengurangi kepadatan dan kecelakaan, seperti yang sering terjadi di tanjakan Rapak,” tambahnya.
Yusri juga menjelaskan bahwa terminal barang ini akan dipisahkan dari terminal penumpang yang tetap berada di Pelabuhan Semayang. Ia bahkan membuka peluang kerja sama dengan Pelindo untuk mengintegrasikan fasilitas pelabuhan dengan terminal tersebut.
“Terminal penumpang tetap di Pelabuhan Semayang, sedangkan terminal barang di KM 13. Nantinya bisa dikombinasikan dengan pelabuhan juga. Ini bagian dari konsep smart city atau kota cerdas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yusri menyebutkan bahwa apabila terminal barang ini dapat terealisasi dan berfungsi dengan baik, maka pembangunan flyover di tanjakan Rapak mungkin tidak lagi diperlukan.
“Kalau terminal barang ini selesai dan berjalan, kita bisa saja tidak perlu membangun flyover. Daripada hanya membuat kajian yang belum terlaksana, lebih baik kita fokus pada pembangunan terminal yang manfaatnya lebih konkret,” tutupnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)












