Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Harapan warga Balikpapan Timur untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah kian mendekati kenyataan. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Kesehatan tengah memfinalisasi tahapan awal pembangunan rumah sakit baru yang akan menjadi fasilitas layanan kesehatan rujukan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan upaya untuk mewujudkan pemerataan layanan kesehatan, mengingat saat ini warga Balikpapan Timur masih harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengakses rumah sakit di pusat kota.
“Proyek rumah sakit di Balikpapan Timur ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga wujud dari komitmen pemerintah menghadirkan keadilan dalam akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ujar Alwiati kepada wartawan, Senin (14/7/2025).
Meski pembangunan fisik belum dimulai, sejumlah tahapan penting telah dilakukan, mulai dari penyusunan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), pengurusan izin lalu lintas, izin ketinggian bangunan, hingga Detail Engineering Design (DED).
Namun demikian, Alwiati menyebutkan bahwa masih ada dokumen yang sedang dalam proses, seperti site plan dan Kesesuaian Ruang Kawasan (KRK) yang kini sedang ditangani oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Kami menargetkan seluruh proses perizinan bisa rampung sebelum akhir tahun ini agar segera bisa masuk ke tahap lelang,” tambahnya.
Jika semua dokumen perizinan selesai tepat waktu, Pemkot Balikpapan berencana memulai tahap lelang proyek pada akhir 2025. Untuk mendukung kelangsungan pembangunan yang kompleks dan tidak bisa tuntas dalam satu tahun anggaran, proyek ini akan menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears).
“Dengan multiyears, pengerjaan bisa lebih stabil, terencana, dan akuntabel. Kita pastikan semua aspek teknis terpenuhi agar hasilnya maksimal,” jelas Alwiati.
Pembangunan rumah sakit ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan fasilitas kesehatan yang dekat, layak, dan berkualitas, khususnya di wilayah pinggiran kota yang selama ini belum terlayani secara optimal. (ADV/Diskominfo Balikpapan)













