Ribuan Pelajar Balikpapan Ikuti “Senam Pagi Ceria” di Peringatan Hari Anak Nasional 2025

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Suasana halaman Balai Kota Balikpapan pagi ini dipenuhi semangat ceria ribuan anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar kegiatan “Senam Pagi Ceria” yang dilakukan serentak oleh pelajar se-Kota Balikpapan.

Tak kurang dari 1.000 siswa dari PAUD hingga SMA, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB), mengikuti kegiatan utama yang dipusatkan di halaman Balai Kota. Sementara itu, ribuan siswa lainnya ikut serta dalam senam serentak di sekolah masing-masing tepat pukul 08.00 WITA.

Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan bagian dari pembentukan pola hidup sehat dan aktif bagi generasi muda.

“Senam ini tidak hanya untuk menyemarakkan Hari Anak Nasional, tapi juga sebagai langkah awal membiasakan anak-anak hidup sehat dan aktif. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan minimal dua kali seminggu di sekolah,” ujar Heria.

Heria menekankan pentingnya membentuk karakter anak yang sehat dan tangguh sejak dini, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, aktivitas fisik seperti senam memiliki peran penting dalam meningkatkan kebugaran fisik sekaligus kesehatan mental anak-anak.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, HAN 2025 juga menjadi momentum untuk memperkuat peran Forum Anak Kota Balikpapan, sebuah wadah representatif bagi anak-anak dari seluruh kecamatan di kota ini.

“Mereka inilah yang menjadi pelopor dan pelapor suara anak. Karena anak lebih terbuka kepada sesama anak, forum ini sangat penting untuk menyalurkan aspirasi anak-anak ke dalam program pemerintah,” jelas Heria.

Anggota Forum Anak tidak hanya dilatih untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasi mereka, tetapi juga akan dilibatkan dalam perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota. Ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot Balikpapan dalam menciptakan kebijakan yang inklusif dan ramah anak.

Namun di balik semarak HAN, Heria juga mengingatkan soal masih maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Balikpapan. Pihaknya terus melakukan edukasi dan pendampingan, termasuk melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi anti-bullying kepada siswa baru.
“Tim kami sudah rutin masuk ke sekolah-sekolah. Kami menurunkan psikolog untuk memberikan materi dan pendampingan langsung. Tujuannya agar anak-anak tahu cara menghadapi dan melaporkan jika mengalami kekerasan atau perundungan,” ungkapnya.

DP3AKB juga telah mengembangkan berbagai layanan pendukung, seperti 8 unit Pusat Pembelajaran Keluarga (Pusaka), call center 24 jam, serta aplikasi pelaporan online TOPAN yang memungkinkan masyarakat melapor secara cepat dan akurat.

“Dengan layanan ini, kita bisa lebih cepat turun ke lokasi dan memberikan bantuan. Laporan meningkat tiap tahun, tapi itu artinya masyarakat makin berani melapor,” jelas Heria.

Ia menutup dengan pesan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. “Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus menjadi pelindung pertama anak-anak. Mari ciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *