Ekowisata Bamboe Wanadesa, Pesona Alam Asri di Utara Balikpapan

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan terus mengembangkan potensi wisata berbasis alam. Salah satunya melalui kawasan Ekowisata Bamboe Wanadesa yang berlokasi di Km 14, Jalan Giri Rejo, Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Dari pusat kota, kawasan ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit.

Tempat wisata seluas 3,6 hektare ini menawarkan panorama hutan bambu yang asri dan menenangkan. Di dalamnya, pengunjung dapat menikmati suasana rindang sambil berjalan di jalur setapak, bersantai di gazebo-gazebo, atau sekadar menikmati udara segar bersama keluarga.

Letaknya yang berdekatan dengan Waduk Manggar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota. Tak heran, kawasan ini menjadi salah satu destinasi potensial yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Meski belum resmi menjadi kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan bahwa Bamboe Wanadesa memiliki posisi strategis karena berada di jalur destinasi unggulan bagian utara kota.

“Bamboe Wanadesa itu dekat dengan kawasan Tanjung Gading dan Meranti. Ketiganya bisa menjadi satu kesatuan dalam pembinaan wisata alam. Apalagi lingkungannya masih asri dan punya potensi besar untuk dikembangkan,” ujar Ratih, Senin (10/11/2025).

Ratih menjelaskan, saat ini Bamboe Wanadesa sudah memiliki beberapa fasilitas dasar seperti gazebo, area istirahat, dan ruang terbuka untuk pementasan seni. Namun, menurutnya, diperlukan penambahan atraksi wisata rutin agar kawasan ini semakin menarik minat pengunjung.

“Ke depan, bisa dibuat kegiatan seperti atraksi budaya, pementasan tari, atau keterlibatan pelaku UMKM lokal. Jadi pengunjung tidak hanya menikmati alam, tapi juga mendapat pengalaman budaya,” jelasnya.

Selain menikmati panorama bambu dan suasana hutan yang teduh, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas menarik seperti menyusuri Waduk Manggar dengan perahu atau mencoba paddling menggunakan kano.
Meski begitu, Ratih menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan dalam setiap aktivitas wisata air.

“Dulu sempat ada kegiatan paddling, tapi memang harus didukung oleh tim safety yang siap di lokasi. Ini penting agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Ratih juga menyoroti pentingnya pengembangan fasilitas pendukung seperti akses jalan dan ruang kreatif bagi komunitas lokal. Menurutnya, kondisi jalan menuju Bamboe Wanadesa saat ini sudah cukup baik, namun masih perlu dukungan partisipasi masyarakat sekitar.

“Jarak dari pintu masuk sekitar 300 meter, jadi bisa dikembangkan kerja sama dengan ojek lokal untuk antar-jemput wisatawan. Dengan begitu, ekonomi warga sekitar juga ikut bergerak,” pungkasnya. (yud/ADV/DPOP Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *