Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program kerja agar penyerapan anggaran lebih optimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada setiap akhir tahun anggaran.
Pernyataan itu disampaikan Alwi menanggapi SiLPA Pemerintah Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2025 yang tercatat sebesar Rp479,23 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap jawaban Wali Kota atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025, Senin (20/7/2026).
Alwi menjelaskan, besarnya SiLPA bukan disebabkan oleh kegagalan pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, sisa anggaran tersebut berasal dari efisiensi hasil lelang pengadaan barang dan jasa serta masih adanya kegiatan yang belum terserap secara maksimal.
Meski demikian, ia menilai masih ada sejumlah OPD yang terlambat menjalankan program kerja. Akibatnya, penyerapan anggaran menjadi tidak optimal karena banyak kegiatan baru direalisasikan ketika tahun anggaran telah memasuki pertengahan hingga akhir.
“Kami menekankan kepada seluruh OPD agar memaksimalkan penyerapan anggaran. Jangan sampai pelaksanaan kegiatan baru dimulai ketika sudah memasuki pertengahan atau akhir tahun anggaran,” kata Alwi.
Menurutnya, seluruh tahapan perencanaan dan administrasi seharusnya dapat diselesaikan lebih awal sehingga pelaksanaan program bisa dimulai sejak awal tahun. Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dan manfaatnya lebih cepat dirasakan masyarakat.
Alwi menambahkan, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBD sebagai bahan evaluasi bagi setiap OPD. Ia berharap perencanaan yang lebih matang dan percepatan pelaksanaan program dapat meningkatkan kualitas penyerapan anggaran serta mengurangi besarnya SiLPA pada tahun-tahun mendatang. (ADV/DPRD Balikpapan)







