Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dengan meningkatnya jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) setiap tahun, Puskesmas Karang Joang memperkuat berbagai strategi penanganan dan pencegahan untuk mengendalikan penyakit tidak menular tersebut. Hingga Oktober 2025, tercatat 749 pasien baru yang terdiagnosa DM, mayoritas berasal dari kelompok usia produktif 30–59 tahun.
Kepala Puskesmas Karang Joang, dr. Agus Jiwani, menegaskan bahwa perubahan pola hidup masyarakat menjadi tantangan utama dalam pengendalian diabetes.
“Mengubah kebiasaan konsumsi makanan manis dan meningkatkan aktivitas fisik masih menjadi tantangan terbesar,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).
Sebagai respons, Puskesmas menerapkan layanan komprehensif sejak pasien pertama kali terdiagnosis. Obat diberikan untuk satu bulan, kemudian setiap kunjungan pasien menjalani pemeriksaan gula darah ulang.
Selain terapi obat, lanjut dia konseling terkait diet diabetes, olahraga, dan manajemen stres turut menjadi bagian penting dalam penanganan.
“Program edukasi masyarakat terus ditingkatkan melalui penyuluhan kesehatan, konseling individual, posyandu terintegrasi, hingga pembagian materi informasi mengenai pencegahan diabetes,” terangnya.
Puskesmas juga menyelenggarakan kelas Prolanis, senam bersama, serta kelompok diskusi untuk mendukung motivasi pasien. Sekitar 70% pasien dinilai telah rutin menjalani kontrol bulanan, menunjukkan kepatuhan yang cukup baik.
Dia menjelaskan, bagi pasien dengan kondisi diabetes yang telah mengalami komplikasi, Puskesmas melakukan penanganan awal dan merujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan seperti rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk fungsi ginjal dan penanganan luka kaki diabetes.
Dalam hal sarana, glukometer tersedia untuk kegiatan skrining, namun pemeriksaan lanjutan seperti HbA1c masih memerlukan rujukan atau kerja sama dengan laboratorium luar.
Puskesmas Karang Joang berharap pemerintah daerah memberikan dukungan lebih kuat, terutama dalam peningkatan sarana skrining, penguatan SDM, dan pendanaan program preventif di masyarakat.
“Dengan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan kualitas hidup warga dapat meningkat dan kasus diabetes dapat lebih dikendalikan,” harapnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)













