Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Suasana Pondok Pesantren Al-Mujahidin tampak lebih ramai dari biasanya pada Senin (24/11/2025). Sejak pagi, ratusan santri berbaris rapi mengikuti rangkaian pemeriksaan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Puskesmas Karang Joang. Sebanyak 377 santri menjadi sasaran kegiatan yang difokuskan untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan pada anak usia sekolah.
dr. Line Tatkariana, dokter umum Puskesmas Karang Joang, menjelaskan bahwa Ponpes Al-Mujahidin dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan bagian dari wilayah kerja puskesmas dan menjadi sasaran rutin dalam program penjaringan kesehatan setiap tahun ajaran baru.
“Kesehatan anak sekolah perlu dipantau sejak dini. Dengan pemeriksaan seperti ini, kita bisa mengetahui kondisi mereka lebih awal dan mencegah masalah kecil berkembang menjadi penyakit,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para santri menjalani berbagai pemeriksaan yang cukup lengkap. Mulai dari status gizi, tekanan darah, gula darah, anemia, hingga pemeriksaan mata, telinga, dan gigi.
Tak hanya itu, puskesmas juga melakukan skrining kesehatan jiwa, edukasi kesehatan reproduksi, serta pendataan riwayat imunisasi HPV bagi santri kelas 9.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian khusus adalah pelaksanaan vaksinasi HPV. Dari target 100 santri, tercatat 90 orang berhasil divaksin. Petugas kesehatan juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya vaksin HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks sejak dini.
Pihak pesantren menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurut mereka, CKG menjadi kesempatan bagi santri untuk lebih mengenal kondisi kesehatan masing-masing, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan pola hidup sehat.
Dari hasil pemeriksaan hari itu, puskesmas akan menindaklanjuti temuan yang memerlukan perhatian lebih, baik melalui rujukan ke fasilitas kesehatan maupun edukasi lanjutan.
Program CKG ini tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bentuk kepedulian puskesmas untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak pesantren agar tetap sehat, aktif, dan siap menempuh kegiatan belajar dengan optimal. Dengan pemeriksaan terpadu seperti ini, diharapkan kesehatan para santri dapat terus terpantau dan meningkat dari waktu ke waktu. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







