Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Graha Indah menetapkan penurunan angka karies pada anak sebagai salah satu prioritas utama dalam program kesehatan gigi tahun mendatang.
Fokus ini diambil mengingat tingginya temuan kasus karies pada anak dalam skrining di lapangan, yang berpotensi berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang mereka.
Dokter Gigi Puskesmas Graha Indah, drg. Riana Susanti, mengatakan upaya pencegahan harus dilakukan sejak usia dini karena kerusakan gigi pada masa anak-anak dapat memengaruhi proses makan, pertumbuhan, hingga kepercayaan diri.
“Kami menjalankan skrining di posyandu serta penyuluhan di sekolah maupun posyandu untuk mengurangi risiko karies pada anak. Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan cepat dan efektif,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).
Sebagai bagian dari langkah preventif, Puskesmas Graha Indah memperkuat sejumlah program seperti. Skrining gigi untuk bayi dan balita di seluruh posyandu wilayah kerja. Program UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) yang rutin menyasar siswa sekolah dasar dan PAUD.
Kemudian, Penyuluhan dan edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar, pola makan sehat, dan bahaya konsumsi makanan manis. Promosi kesehatan gigi di lingkungan sekolah, posyandu, dan kegiatan masyarakat lainnya.
Riana menambahkan bahwa salah satu tantangan besar dalam menurunkan angka karies adalah kebiasaan buruk konsumsi makanan manis dan lengket, serta rendahnya kesadaran untuk memeriksakan gigi secara rutin.
“Kami terus menanamkan kebiasaan sikat gigi dua kali sehari dan ajakan untuk rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan. Ini masih menjadi PR besar di masyarakat,” ujarnya.
Meski layanan poli gigi di Puskesmas Graha Indah sudah tergolong memadai dari sisi alat dan fasilitas, namun pelayanan yang diberikan belum bisa optimal karena keterbatasan sumber daya manusia.
Saat ini, puskesmas hanya memiliki satu dokter gigi dan satu terapis gigi dan mulut untuk menangani seluruh kebutuhan masyarakat di wilayah padat penduduk tersebut.
“Kami membutuhkan tambahan dokter gigi dan terapis agar pelayanan lebih cepat dan cakupannya lebih luas. Beban layanan terus meningkat, sementara jumlah tenaga masih terbatas,” kata Riana.
Ia juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan untuk penguatan sarana pelayanan kesehatan gigi, termasuk penambahan alat dan bahan medis guna menunjang program preventif dan kuratif.
Sebagai penutup, Riana mengingatkan kembali pentingnya kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan gigi anak.
“Hindari makanan manis dan lengket, biasakan sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam, serta lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Kesehatan gigi harus menjadi prioritas sejak dini,” pesannya.
Dengan berbagai program pencegahan yang digencarkan, Puskesmas Graha Indah berharap target penurunan kasus karies pada anak dapat tercapai dan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kualitas hidup. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







