Kasus Karies dan Penyakit Pulpa Meningkat, Puskesmas Graha Indah Dorong Warga Rutin Periksa Gigi

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Tingkat masalah kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja Puskesmas Graha Indah menunjukkan tren peningkatan. Selama satu tahun terakhir, tercatat 2.304 kunjungan pasien dengan berbagai keluhan, dengan karies gigi dan penyakit pulpa menjadi dua kasus yang paling dominan serta mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dokter Gigi Puskesmas Graha Indah, drg. Riana Susanti, mengungkapkan bahwa tingginya angka kunjungan menandakan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi, termasuk kebiasaan memeriksakan gigi secara berkala.

“Ada peningkatan pada kasus karies dan penyakit pulpa dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa masih banyak warga yang baru datang saat kondisi gigi sudah parah,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (20/11/2025).

Untuk menjawab besarnya kebutuhan layanan, Puskesmas Graha Indah menyediakan sejumlah pelayanan kesehatan gigi, antara lain. Pengobatan keluhan gigi dan mulut, Tambal gigi, Pencabutan gigi, Pembersihan karang gigi dan Perawatan pulpa.

Seluruh layanan tersebut ditangani oleh satu dokter gigi dan satu terapis gigi dan mulut yang bertugas tetap. Meski jumlah tenaga terbatas, pelayanan poli gigi tetap berjalan setiap hari.

“Pelayanan sudah kami maksimalkan, namun dengan jumlah kunjungan sebanyak itu, tentu penambahan tenaga sangat kami harapkan,” kata Riana.

Selain layanan klinis, Puskesmas Graha Indah juga memperkuat upaya promotif dan preventif. Edukasi dilakukan secara rutin melalui. Program UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah). Penyuluhan di sekolah dasar, PAUD, dan TK. Kegiatan edukasi di posyandu dan Sosialisasi di lingkungan masyarakat.

Program ini bertujuan membangun kebiasaan merawat gigi sejak usia dini, sekaligus menekan angka karies yang banyak ditemukan pada anak-anak.

Riana menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kesehatan gigi tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar rutin periksa gigi setiap enam bulan. Ini kunci mencegah kerusakan gigi yang lebih parah,” pungkasnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *