Puskesmas Graha Indah Intensifkan Program Minum Tablet Anemia untuk Tekan Stunting Sejak Dini

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat di wilayah Balikpapan Utara, salah satunya melalui program minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang kini semakin digencarkan oleh Puskesmas Graha Indah di sekolah-sekolah. Program yang menyasar remaja putri ini menjadi salah satu strategi nasional dalam memutus rantai stunting sejak masa remaja, sebelum memasuki usia kehamilan.

Kepala Puskesmas Graha Indah, dr. Christiana Dessy Nugraheni, menjelaskan bahwa pemberian tablet tambah darah diberikan secara rutin setiap Jumat di sekolah-sekolah binaan. Program ini mendapat respons positif dari para siswa, yang dinilai semakin disiplin dalam mengonsumsi tablet tersebut.

“Bersyukurnya anak-anak rajin minum tablet tambah darah setiap Jumat. Itu salah satu upaya kita untuk mencegah stunting. Ini memang program Dinas Kesehatan untuk menekan stunting,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dimulai dari masa bayi atau balita, tetapi jauh sebelumnya, yakni sejak seorang perempuan berada pada usia pubertas. Data kesehatan menunjukkan bahwa salah satu penyebab risiko stunting pada bayi adalah kondisi anemia pada ibu saat hamil.

“Kenapa tablet anemia? Karena ada penemuan bahwa penyebabnya adalah banyak perempuan mengalami anemia. Makanya remaja putri sejak pubertas harus dibekali tablet tambah darah, supaya ketika nanti menjadi ibu, mereka tidak anemia,” jelasnya.

Menurut dr. Dessy, kondisi anemia pada ibu hamil dapat mengganggu pemenuhan gizi pada janin, sehingga berpotensi melahirkan bayi dengan risiko stunting. Dengan memperbaiki kondisi kesehatan dan kadar hemoglobin sejak remaja, risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan.

“Kalau dia anemia, itu berpengaruh ke gizi dan bayinya bisa jadi stunting. Karena itu edukasi dan suplementasi harus dilakukan sedini mungkin,” tambahnya.

Puskesmas Graha Indah berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program TTD serta memperkuat edukasi mengenai pentingnya nutrisi, kebersihan, dan kesehatan reproduksi. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi remaja yang sehat, kuat, serta siap menjadi calon ibu yang mampu melahirkan generasi bebas stunting. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *