Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Perayaan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar di Grand City Balikpapan pada Minggu (23/11/2025) berlangsung meriah meski diguyur hujan. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah penampilan pelajar dari SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 15 Balikpapan, yang membawakan gerakan dan lagu anti anemia sebagai bagian dari kampanye kesehatan remaja.
Kepala Puskesmas Graha Indah, dr. Christiana Dessy Nugraheni, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi dan antusiasme para pelajar tersebut. Penampilan mereka merupakan hasil binaan Puskesmas Graha Indah dalam program pencegahan anemia dan stunting di kalangan remaja.
“Meski cuacanya hujan, kita tetap bisa melaksanakan acara ini. Ada beberapa persiapan juga terkait penampilan anak-anak SMP 11 dan 15 yang menampilkan gerakan anti anemia. Mereka menyanyikan lagu penyemangat untuk mencegah stunting dengan rutin minum tablet tambah darah setiap Jumat,” ujar dr. Dessy.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan minum tablet tambah darah (TTD) setiap Jumat merupakan salah satu strategi penting dalam menekan angka stunting, khususnya di kalangan remaja putri. Para siswa yang tampil juga merupakan contoh penerapan perilaku sehat karena mereka rutin mengonsumsi TTD sesuai anjuran.
“Bersyukurnya, anak-anak rajin minum tablet tambah darah setiap Jumat. Itu salah satu upaya kami untuk mencegah stunting. Program ini memang arahan dari Dinas Kesehatan untuk menekan angka stunting,” tambahnya.
Dr. Dessy menekankan bahwa edukasi mengenai anemia dan pemenuhan gizi sangat penting diberikan sejak remaja, terutama bagi remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Dengan kondisi gizi yang baik, diharapkan risiko melahirkan anak stunting dapat ditekan secara signifikan.
“Kami juga mengajarkan kepada remaja putri, karena mereka calon ibu. Harapannya, jika gizinya terpenuhi dan bagus, anak-anak yang dilahirkan nanti tidak stunting,” jelasnya.
Puskesmas Graha Indah berkomitmen untuk terus membina sekolah-sekolah di wilayahnya agar program kesehatan remaja dapat berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan generasi mendatang. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)







