Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Di balik upaya memberikan layanan kesehatan yang cepat dan tepat, Puskesmas Graha Indah masih harus berhadapan dengan tantangan teknis yang kerap hadir tanpa diduga. Salah satunya adalah gangguan pada aplikasi P-Care dan ePuskesmas, dua sistem digital yang menjadi jantung dari proses pencatatan medis dan rujukan BPJS.
Kepala Puskesmas Graha Indah, dr. Christiana Dessy Nugraheni, menyampaikan bahwa proses rujukan tidak serta-merta diberikan. Rujukan baru dikeluarkan setelah pasien diperiksa secara menyeluruh, dan hasilnya menunjukkan bahwa kondisi pasien membutuhkan penanganan oleh dokter spesialis, tidak menunjukkan perbaikan meski sudah diterapi, atau ketika puskesmas mengalami keterbatasan alat, obat, maupun tenaga medis.
Namun, menurut Dessy, tantangan muncul ketika aplikasi pusat tiba-tiba tidak dapat diakses. “Kadang aplikasi P-Care mengalami gangguan sehingga pembuatan rujukan dan resep PRB jadi terhambat. Kami memahami betul bahwa pasien pasti ingin segera mendapat kepastian, dan saat sistem bermasalah, itu menjadi situasi yang sulit untuk semua pihak,” tuturnya dengan nada empati, Jumat (28/11/2025)
Situasi serupa juga terjadi pada pasien yang sebelumnya mendapat pelayanan di UGD atau rawat inap RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Berdasarkan aturan berjenjang BPJS, mereka tidak bisa langsung kembali dirujuk ke rumah sakit tersebut.
Pasien harus melewati rumah sakit tipe C terlebih dahulu, sebuah alur yang kadang membingungkan masyarakat yang sedang dalam kondisi tidak fit.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Dessy memastikan bahwa puskesmas tidak tinggal diam. Survei kepuasan pasien dilakukan secara rutin untuk memetakan kendala di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi.
Puskesmas juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendaftaran online agar proses rujukan maupun pelayanan lainnya tidak terganggu oleh antrean panjang.
“Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik. Tapi ketika ada hal teknis di luar kendali, kami berharap masyarakat bisa memahami. Yang pasti, kami terus mencari cara agar pelayanan semakin cepat, mudah, dan manusiawi,” ujar Dessy.
Dengan berbagai upaya yang terus diwujudkan, Puskesmas Graha Indah berharap masyarakat tetap merasa terbantu dan terlayani dengan baik, meski sistem digital kadang tidak bersahabat.
Bagi puskesmas, pelayanan kesehatan bukan hanya soal prosedur, tetapi juga tentang kehadiran yang menenangkan di tengah kebutuhan masyarakat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)













