Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Jelang akhir tahun 2025, DPRD Kota Balikpapan memastikan perlindungan konsumen menjadi fokus utama dalam menghadapi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah tengah berupaya keras menjaga agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang biasanya terjadi di penghujung tahun.
“Ya ada, kita himbau semua. Bahkan kita semua TKD maupun OPD diminta melakukan operasi pasar. Dalam waktu dekat kita akan laksanakan operasi pasar supaya jangan sampai terjadi peningkatan harga,” ujar Yono Suherman, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, akhir tahun sering menjadi periode rawan bagi konsumen karena permintaan yang meningkat dan ketersediaan barang yang bisa saja menipis. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memainkan harga, sehingga intervensi pemerintah sangat dibutuhkan.
Yono memandang operasi pasar sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat, terutama kelompok ekonomi rentan, dari fluktuasi harga yang merugikan. Melalui kebijakan ini, pemerintah memastikan harga kebutuhan pokok dapat dijual lebih stabil dan terjangkau.
“Kita ingin memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap terkendali. Operasi pasar ini bukan hanya untuk mengendalikan harga, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa kebutuhan pokok tetap tersedia,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pengawasan harga di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga hak-hak konsumen. Melalui pemantauan rutin, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi komoditas yang mengalami lonjakan tak wajar dan mengambil langkah cepat untuk mencegah permainan harga.
“Selain operasi pasar, kami juga terus memantau harga di lapangan. Jika ada komoditas yang mulai naik signifikan, kita bisa langsung menindaklanjuti dengan kebijakan yang cepat,” ungkap Yono.
Langkah-langkah pengendalian harga ini juga diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memahami dinamika pasar. Menurut Yono, masyarakat perlu lebih cermat dan aktif melaporkan indikasi kenaikan harga berlebihan.
“Peran masyarakat penting sebagai pengawas tambahan. Kita berharap semua pihak bisa bekerja sama agar harga tetap stabil, dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau,” ujarnya.
DPRD Balikpapan menegaskan bahwa seluruh upaya ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil hingga memasuki tahun 2026. Dengan intervensi yang tepat, operasi pasar diyakini mampu mengurangi tekanan harga dan memberikan perlindungan nyata bagi konsumen. (ADV/DPRD Balikpapan)







