Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pembangunan Rumah Kompos di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, dinilai menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Balikpapan dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyebut program ini mampu mengurangi emisi karbon dari sampah organik sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem kota.
Menurut Yusri, rumah kompos bukan hanya fasilitas pengolahan sampah biasa, tetapi bagian dari transformasi pengelolaan lingkungan yang lebih ramah iklim.
Ia menyebut, produksi sampah organik yang selama ini menumpuk di TPA dapat diolah menjadi kompos sehingga mengurangi potensi pencemaran dan emisi gas metana.
“Pembangunan rumah kompos ini selaras dengan prinsip SDGs. Sampah organik yang selama ini menimbulkan emisi bisa diolah menjadi pupuk, sehingga mengurangi dampak lingkungan,” ujarnya, Jumat (5/12/2025)
Dia menambahkan, langkah ini sejalan dengan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang didorong pemerintah kota. Selain menekan sampah, rumah kompos juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan memperkuat ketahanan ekosistem lokal.
“Dengan pengurangan timbunan sampah, kita turut menekan emisi karbon. Ini kontribusi nyata terhadap target pengendalian perubahan iklim,” jelasnya.
Selain dampak ekologis, rumah kompos juga membawa nilai ekonomi bagi masyarakat. Pupuk organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk pertanian, pekarangan, hingga urban farming, sekaligus mendorong ekonomi sirkular di tingkat kelurahan.
“Rumah kompos bisa menjadi contoh ekonomi sirkular. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini memiliki nilai ekonomi,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Yusri berharap program ini tidak hanya menjadi proyek percontohan di Graha Indah, tetapi juga diperluas ke kelurahan lain dengan volume sampah besar. Menurutnya, semakin banyak rumah kompos berdiri, semakin besar kontribusi Balikpapan terhadap target lingkungan berkelanjutan.
“Jika fasilitas seperti ini diperbanyak, kontribusinya terhadap SDGs akan semakin signifikan. Ini langkah konkret membangun kota yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tandasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)











