Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai mempersiapkan proses lelang pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 29 yang berlokasi di kawasan Grand City, Balikpapan Utara.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), pengembang Grand City, serta pihak kelurahan dan kecamatan untuk mematangkan seluruh persiapan pembangunan sekolah tersebut.
“Kami sudah rapat untuk memastikan kesiapan lelang. Dalam rapat tersebut sudah diketahui letak lahan pembangunan, luas lahan, serta status kepemilikan tanahnya,” ujar Irfan, Kamis (5/2/2026)
Ia menjelaskan, status lahan pembangunan SMP 29 telah resmi diserahkan oleh pengembang Grand City kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan ditetapkan sebagai prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) untuk kepentingan pendidikan.
“Untuk status tanahnya sudah serah terima dari pengembang ke Pemkot Balikpapan, sehingga dapat digunakan sebagai sarana dan prasarana pendidikan,” jelasnya.
Irfan menambahkan, Disdikbud menargetkan seluruh persyaratan administrasi segera dirampungkan agar proses lelang terbuka pembangunan fisik sekolah dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Pembangunan SMP 29 direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dengan total anggaran sekitar Rp20 miliar.
“Insyaallah dalam waktu dekat proses lelang bisa dilakukan. Anggarannya berasal dari APBD 2026 dengan nilai kurang lebih Rp20 miliar,” katanya.
Pembangunan SMP 29 diharapkan dapat membantu mengurai persoalan daya tampung peserta didik baru, khususnya untuk jenjang SMP di wilayah Balikpapan Utara yang selama ini mengalami keterbatasan sekolah negeri.
Selain pembangunan gedung sekolah, Irfan menyebutkan akses menuju lokasi sekolah telah dipersiapkan melalui beberapa jalur, di antaranya dari samping Mie Gacoan Kilometer 7, kawasan Grand City, serta Perumahan Bumi Nirwana.
“Lahan yang diserahkan rencananya untuk 20 rombongan belajar (rombel). Selain SMP, di lokasi tersebut juga akan dibangun sekolah TK,” pungkasnya. (yud)







