Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan akan memperingati hari jadinya yang ke-129 pada Selasa, 10 Februari 2026, dengan mengusung tema “Harmoni Berkelanjutan Menuju Kota Global”.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyebut perayaan tahun ini digelar secara sederhana menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Alwi mengatakan, meski dilaksanakan dengan anggaran yang jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT Kota Balikpapan tetap berlangsung khidmat dan tidak mengurangi makna perayaan.
“Biasanya anggaran HUT Balikpapan berkisar antara Rp5 hingga Rp10 miliar. Namun tahun ini hanya sekitar Rp900 juta. Sangat sederhana, tapi tetap kita laksanakan tanpa mengurangi esensi perayaan,” ujar Alwi usai Rapat Paripurna, Senin (9/2/2026)
Ia mengapresiasi berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD hingga saat ini. Pada rangkaian HUT ke-129, juga dilakukan peninjauan sekaligus peresmian sejumlah fasilitas publik.
Terkait persoalan banjir yang masih menjadi keluhan masyarakat, Alwi menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan anggaran yang sangat besar. Namun, kemampuan fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara maksimal.
“Untuk penanganan banjir, Balikpapan sebetulnya membutuhkan anggaran yang sangat besar. Saat ini kita baru menganggarkan kurang dari Rp200 miliar, atau sekitar 10 persen dari kebutuhan ideal,” jelasnya.
Dia menambahkan, salah satu kendala utama adalah adanya penyesuaian dan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), yang berdampak langsung pada kekuatan keuangan daerah.
“Pemotongan DBH ini sangat mempengaruhi kemampuan keuangan kita, sehingga banyak anggaran yang harus diprioritaskan. Bukan dihilangkan, tapi dikurangi,” katanya.
Meski demikian, Alwi memastikan Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD tetap berkomitmen untuk terus mengupayakan pengurangan risiko banjir secara bertahap.
“Mudah-mudahan tahun depan kondisi keuangan bisa lebih stabil, sehingga kita bisa kembali fokus, terutama pada penanganan banjir yang menjadi perhatian utama masyarakat,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)







