Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Jadi Kota Balikpapan ke-129 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kembali perjalanan dan arah pembangunan kota.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, memaknai momentum ini sebagai pengingat pentingnya menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di sektor layanan kesehatan.
Meski perayaan HUT tahun ini digelar secara sederhana, Alwi menilai semangat dan antusiasme warga tetap terasa kuat. Kehadiran masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan menunjukkan besarnya rasa cinta dan kepedulian terhadap Kota Balikpapan yang telah berusia lebih dari satu abad.
“Walaupun dirayakan secara sederhana, antusias masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa warga memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap Balikpapan. Harapannya ke depan, peringatan hari jadi tetap bisa dilaksanakan dengan lebih meriah, tentu dengan kondisi yang memungkinkan,” ujar Alwi, Selasa (10/2/2026).
Dalam suasana peringatan hari jadi tersebut, Alwi menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan publik harus terus menjadi prioritas, khususnya di bidang kesehatan. Menurutnya, akses layanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditawar.
Ia mengungkapkan, saat ini Pemerintah Kota Balikpapan tengah membangun rumah sakit di wilayah Balikpapan Barat sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Pembangunan tersebut direncanakan kembali mendapatkan alokasi anggaran pada tahun 2027 agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Tak hanya Balikpapan Barat, perhatian serupa juga diberikan kepada warga Balikpapan Timur. “Untuk Balikpapan Timur, insya Allah tahun ini sudah dianggarkan. Ini adalah bentuk komitmen kami agar masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya.
Selain sektor kesehatan, Alwi juga menyinggung persoalan banjir yang masih menjadi keluhan sebagian warga. Ia mengakui, penanganan banjir merupakan pekerjaan rumah yang memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kota Balikpapan dan DPRD.
Saat ini, alokasi anggaran penanganan banjir masih berada di kisaran 10 persen. Menurut Alwi, angka tersebut perlu terus ditingkatkan secara bertahap agar upaya pengendalian banjir dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Meski demikian, ia menilai kondisi banjir di Balikpapan relatif masih terkendali. Genangan air yang terjadi umumnya tidak berlangsung lama dan cepat surut.
“Biasanya banjir hanya dua sampai tiga jam, tidak sampai berhari-hari. Ini menunjukkan ada progres yang sudah berjalan, meskipun ke depan tetap perlu penyempurnaan,” tutupnya. (ADV/DPRD Balikpapan)







