Wahyulloh: Balikpapan Miliki Modal Kuat Menuju Kota ASRI

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Wahyulloh Bandung, menilai Balikpapan memiliki modal besar untuk menjadi kota masa depan yang asri, meskipun berkembang secara organik dan bukan kota yang direncanakan sejak awal seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Wahyulloh, secara umum terdapat dua tipe kota, yakni kota yang direncanakan dengan matang sejak awal dan kota yang tumbuh secara alami atau organik. Balikpapan termasuk dalam kategori kota yang tumbuh secara organik, sebagaimana Samarinda dan sejumlah kota lain di Indonesia.

“Di Indonesia sebenarnya belum ada kota yang direncanakan dari awal. Kota-kota seperti Balikpapan dan Samarinda tumbuh karena faktor tertentu. Balikpapan tumbuh sebagai kota industri, sementara Samarinda berkembang dari sektor perdagangan dan jasa,” ujarnya, Selasa (10/2/2026)

Ia menjelaskan, pertumbuhan yang berbeda tersebut membentuk karakter masing-masing kota. Balikpapan, kata Wahyulloh, memiliki keunggulan berupa ruang terbuka hijau yang cukup luas, yang merupakan warisan kawasan hutan lindung seperti Hutan Lindung Sungai Wain.

“Dalam konteks kota asri, Balikpapan punya modal besar. Ruang terbuka hijau kita cukup luas dan itu menjadi kebanggaan warga. Ini keunggulan yang tidak dimiliki semua kota,” jelasnya.

Ke depan, Wahyulloh berharap konsep ASRI tidak hanya bertumpu pada ruang terbuka hijau yang sudah ada, tetapi juga mendorong tumbuhnya ruang-ruang baru. Salah satunya melalui optimalisasi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari pengembang perumahan.

Dia menekankan pentingnya penyerahan fasum dan fasos dari pengembang kepada Pemerintah Kota Balikpapan agar dapat dikelola secara maksimal.

“Ketika fasum dan fasos sudah diserahkan ke pemerintah, maka pemerintah bisa melakukan intervensi lebih dalam, termasuk menjadikannya ruang terbuka hijau yang benar-benar asri dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Wahyulloh menambahkan, sebagian besar wilayah Kota Balikpapan dibangun oleh developer, sehingga terdapat peluang besar untuk menata kota menjadi lebih baik jika sinergi antara pemerintah dan pengembang dapat berjalan optimal.

“Justru karena Balikpapan banyak dibangun oleh developer, sebenarnya ada kesempatan besar untuk menjadikan kota ini lebih tertata, lebih hijau, dan lebih nyaman ke depannya,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *