Lintaskaltim.com, BERAU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, mendorong Pemerintah Kabupaten Berau agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kesejahteraan para atlet berprestasi.
Ia menegaskan, penghargaan terhadap para pejuang olahraga tidak boleh hanya berhenti pada janji manis, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk apresiasi yang nyata dan proporsional.
Arman secara khusus menyoroti insiden yang baru-baru ini terjadi di Pasuruan, Jawa Timur, di mana sejumlah atlet melayangkan protes keras terkait bonus yang dinilai tidak sebanding dengan perjuangan dan prestasi yang telah mereka raih.
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Berau, agar tidak mengalami gejolak serupa.
Ia mengingatkan jangan sampai para atlet yang telah bersusah payah mengharumkan nama Bumi Batiwakkal justru merasa tidak dihargai oleh daerahnya sendiri.
Hal ini menjadi sangat krusial mengingat agenda olahraga besar sudah di depan mata.
“Kasus di Pasuruan itu harus menjadi evaluasi bersama, apalagi tahun ini rencananya juga diselenggarakan Porprov 2026,” ujar Arman, Jumat (27/2/2026).
Arman menilai atlet adalah aset daerah yang sangat berharga karena membawa marwah Berau di tingkat provinsi hingga nasional.
Oleh sebab itu, aspek pemberian bonus, pola pembinaan, hingga ketersediaan fasilitas latihan harus direncanakan secara matang, transparan, dan akuntabel.
Bagi Arman, pemberian bonus bukan semata-mata soal angka nominal, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi serta pengorbanan luar biasa para atlet.
Banyak atlet yang harus mengorbankan waktu pendidikan, pekerjaan, hingga waktu bersama keluarga demi fokus berlatih meraih medali.
Kurangnya apresiasi dikhawatirkan akan memadamkan semangat juang generasi muda Berau di bidang olahraga.
“Kalau penghargaan tidak sepadan, tentu akan memengaruhi motivasi mereka. Kita ingin atlet Berau tetap semangat dan bangga membela daerahnya,” tegasnya.
Di sisi lain, komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah, KONI, dan para atlet menjadi kunci utama guna menghindari kesalahpahaman.
Arman berharap Pemkab Berau dapat segera menyusun skema pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan, mulai dari pencarian bakat usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga jaminan kesejahteraan yang pasti bagi mereka yang telah menyumbangkan prestasi.
“Prestasi itu tidak lahir secara instan. Perlu dukungan penuh dari pemerintah. Jangan sampai, atlet merasa diperjuangkan hanya saat bertanding, tetapi dilupakan setelahnya,” pungkas Arman. (ADV/DPRD BERAU)












