Lintaskaltim.com, BERAU – Meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama bulan suci Ramadan memicu desakan agar pengawasan distribusi LPG 3 kilogram di Kabupaten Berau diperketat.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan, pengendalian gas melon harus dilakukan secara sistematis.
Hal itu untuk memastikan masyarakat prasejahtera dan pelaku UMKM tidak terbebani lonjakan harga maupun kelangkaan pasokan.
Sakirman menilai, LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan vital yang sangat sensitif terhadap fluktuasi pasar.
Oleh karena itu, menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi dari pangkalan hingga ke tangan konsumen harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah sepanjang bulan puasa hingga lebaran nanti.
“Gas melon ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Setiap Ramadan permintaan naik dan di situlah potensi lonjakan harga maupun kelangkaan sering terjadi,” ujar Sakirman, Minggu (1/3/2026).
Guna mengantisipasi permainan harga di tingkat pengecer, ia meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau untuk lebih gencar melakukan inspeksi mendadak dengan melibatkan lintas instansi.
Langkah ini sangat krusial untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan harga tetap terjaga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
“Pengawasan harus benar-benar menyeluruh. Apalagi banyak gas melon harganya cukup tinggi dan tidak tepat sasaran,” terangnya.
Selain pengawasan administratif, Sakirman juga mendorong aparat penegak hukum untuk bersikap tegas terhadap para spekulan atau penimbun gas bersubsidi.
Fenomena kelangkaan tabung melon yang kerap terjadi secara mendadak menjelang hari raya seringkali ditengarai akibat adanya praktik nakal yang merugikan publik.
Ia meyakini, kuota stok yang disediakan sebenarnya mencukupi jika distribusinya diawasi dengan ketat tanpa ada kebocoran ke pihak yang tidak berhak.
Ia berharap koordinasi yang kuat antarlembaga dapat menghindarkan masyarakat dari kesulitan mendapatkan energi murah di tengah suasana ibadah.
“Padahal stok tabung melon itu sudah cukup. Semoga tidak terjadi kelangkaan, kasihan masyarakat yang benar-benar memerlukan,” pungkasnya. (ADV/DPRD BERAU)











