Lintaskaltim.com, BERAU – DPRD Berau mendorong seluruh pemerintah kampung untuk segera melahirkan inovasi nyata guna memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat paling bawah.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan, kepala kampung memegang peran yang sangat strategis dalam memicu perubahan sosial sekaligus menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi di wilayahnya masing-masing.
Oleh karena itu, Subroto menilai pola kerja yang selama ini hanya bersifat rutinitas administratif harus segera ditingkatkan dengan terobosan kreatif yang memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Menurutnya, kemajuan Kabupaten Berau secara keseluruhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dan mandirinya pembangunan di tingkat kampung.
“Kepala kampung harus berani menghadirkan inovasi dan membaca peluang yang ada di wilayahnya,” ujar Subroto, Selasa (3/3/2026).
Politisi dari Partai Golkar itu juga mengingatkan agar orientasi pembangunan tidak lagi melulu terpaku pada proyek infrastruktur fisik, seperti semenisasi jalan atau bangunan semata.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan dengan program peningkatan ekonomi warga, penguatan kualitas layanan administrasi, serta terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Selain aspek program, Subroto mendorong seluruh aparatur kampung untuk terus meningkatkan profesionalitas kerja.
Hal ini mencakup kemahiran dalam pengelolaan anggaran yang tepat sasaran hingga pemanfaatan sistem digital guna mempercepat birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat luas.
“Pengelolaan yang baik akan membuat pembangunan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Subroto turut meminta adanya sinergi yang lebih erat antara pemerintah kampung dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau.
Sinergi ini diperlukan agar setiap program yang dijalankan benar-benar selaras dengan kebutuhan spesifik dan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing kampung.
Ia meyakini, jika setiap kampung mampu mengembangkan setidaknya satu inovasi unggulan, baik itu melalui pengembangan produk lokal, pengelolaan wisata desa yang profesional, maupun digitalisasi layanan, maka dampaknya akan sangat luas.
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, langkah ini juga berpotensi besar mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Harapan kami, setiap kampung punya ciri khas dan inovasi yang menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya. (ADV/DPRD BERAU)







