Lintaskaltim.com, BERAU – Pemerataan pembangunan berbasis digital yang menjangkau seluruh pelosok wilayah kembali disuarakan dengan tegas oleh jajaran legislatif.
Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, menyatakan, pemerataan akses digital merupakan langkah strategis yang harus segera direalisasikan.
Hal itu bertujuan menghapus kesenjangan informasi antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil di Bumi Batiwakkal.
Menurut Liliansyah, transformasi digital adalah hak seluruh warga negara.
Ia menekankan, kemajuan teknologi tidak boleh hanya menjadi privilese masyarakat kota.
Sementara, warga di pedalaman terus tertinggal karena keterbatasan koneksi.
“Pemerataan akses digital penting agar seluruh masyarakat bisa merasakan manfaat teknologi, baik di kota maupun di kampung,” ujar Liliansyah, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai, kehadiran internet di kampung bukan sekadar sarana untuk mempermudah komunikasi jarak jauh.
Namun, kunci pembuka peluang besar di berbagai sektor fundamental.
Di bidang pendidikan, akses internet yang stabil mendukung akselerasi pembelajaran digital dan memperluas cakrawala informasi bagi siswa di desa.
Sementara dalam sektor pelayanan publik, jaringan yang mumpuni akan mempercepat proses administrasi pemerintahan kampung menjadi lebih efisien.
Liliansyah menyoroti potensi ekonomi yang bisa bangkit jika digitalisasi masuk ke desa.
Konektivitas yang baik akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Para pelaku usaha mikro di kampung dapat memasarkan produknya lebih luas melalui platform daring.
“Konektivitas digital mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro di kampung akan sangat terbantu,” jelasnya.
Oleh karena itu, Liliansyah menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Berau segera memprogramkan perluasan jaringan telekomunikasi yang fokus menyasar wilayah-wilayah yang saat ini masih terisolasi internet.
Ia secara spesifik menyebutkan, kondisi di beberapa titik masih memerlukan perhatian ekstra dari instansi terkait.
“Di wilayah Kelay masih sangat sulit jaringan. Begitu juga di kawasan pesisir masih ada beberapa yang belum maksimal,” terangnya.
Kendati mendesak percepatan infrastruktur, ia tetap memberikan catatan penting mengenai aspek manusianya.
Ia mengingatkan, pembangunan fisik jaringan harus dibarengi dengan program literasi digital yang masif bagi perangkat kampung dan masyarakat luas.
Hal ini bertujuan agar internet dapat dimanfaatkan secara bijak, aman, dan untuk kegiatan yang produktif.
“Internet gratis harus diiringi kemampuan memanfaatkannya dengan bijak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (ADV/DPRD BERAU)






