Pelindo Balikpapan dan Stakeholder Maritim Bahas Kesiapan Arus Mudik Lebaran

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Balikpapan memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di sektor maritim. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Semayang tersebut dihadiri sejumlah instansi dan asosiasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas kepelabuhanan. Di antaranya KSOP Balikpapan, Lantamal VI Balikpapan, serta organisasi pelayaran dan logistik seperti Indonesian National Shipowners Association (INSA), ALFI/ILFA, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia.

General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum diskusi untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan.

Menurutnya, sinergi antara operator pelabuhan, regulator, serta para pelaku usaha sangat penting guna memastikan aktivitas di pelabuhan berjalan lancar, terlebih menjelang periode arus mudik Lebaran yang biasanya diikuti lonjakan penumpang.

“Selain mempererat silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang bertukar pandangan terkait pelayanan kepelabuhanan serta berbagai masukan dari para mitra kerja,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, termasuk terkait regulasi di sektor kepelabuhanan dan pemenuhan kewajiban seperti penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Fokus utama pembahasan juga tertuju pada kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026, khususnya potensi kepadatan kendaraan di akses menuju pelabuhan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Jalan Sulawesi Rumi yang kerap mengalami kemacetan saat lonjakan penumpang terjadi.

Dari hasil diskusi bersama para stakeholder, muncul beberapa rekomendasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di area pelabuhan. Salah satunya adalah rencana perubahan fungsi Gate 1 yang sebelumnya digunakan sebagai jalur masuk dan keluar kendaraan menjadi jalur masuk saja.

Selain itu, disepakati pula rencana membuka kembali akses pintu di depan kantor KSOP yang selama ini tertutup. Pembukaan jalur tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar arus kendaraan yang keluar masuk pelabuhan.

“Usulan tersebut telah mendapat rekomendasi dari KSOP untuk segera ditindaklanjuti agar pengaturan arus kendaraan di kawasan pelabuhan bisa lebih optimal,” jelas Suhadi.

Pelindo menargetkan penataan sistem akses tersebut mulai diterapkan setelah periode Lebaran, tepatnya pada awal April 2026. Sebelum diberlakukan, sejumlah pembenahan akan dilakukan, termasuk pada sistem pengelolaan gate dan pemantauan kendaraan.

Di sisi lain, Pelindo juga terus mematangkan persiapan menyambut arus mudik Lebaran yang telah dimulai sejak awal Februari 2026. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan maksimal.

Dengan mengusung semangat pelayanan “melayani sepenuh hati”, seluruh petugas di lapangan diimbau memberikan layanan yang ramah dan humanis kepada para pemudik.

“Kami berharap masyarakat yang berangkat dari Balikpapan dapat merasakan pelayanan yang aman dan nyaman hingga tiba di tujuan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *