Hasil Audit BPK RI Jadi Dasar DPRD Urungkan Pansus RS Sayang Ibu

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menilai pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat tidak lagi diperlukan. Keputusan tersebut diambil setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyatakan tidak ditemukan temuan maupun permasalahan dalam proyek tersebut.

Sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Balikpapan mengusulkan pembentukan Pansus sebagai respons atas mandeknya progres pembangunan fisik RS Sayang Ibu yang sempat menjadi sorotan publik.

Alwi menjelaskan, sebelum mengambil keputusan terkait usulan Pansus, DPRD terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Inspektorat untuk mengetahui perkembangan pemeriksaan yang sedang berlangsung.

“Sebelum membentuk Pansus, kami menanyakan terlebih dahulu hasil pemeriksaan dari Inspektorat. Kemudian kami mendapat informasi bahwa BPK juga sudah turun melakukan audit,” ujar Alwi usai menghadiri kegiatan Audensi dan Dialog Mahasiswa Kota Balikpapan bersama Unsur Pemerintah Kota Balikpapan di Aula Balai Kota Balikpapan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Alwi, pembentukan Pansus di tengah proses audit yang dilakukan BPK dinilai kurang efektif dan berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Ia menegaskan bahwa hasil audit BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara akan menjadi rujukan utama dalam menilai permasalahan proyek tersebut.

“Kalau DPRD tetap membentuk Pansus sementara BPK sedang melakukan audit, nanti bisa terjadi perbedaan kesimpulan. Pada akhirnya, hasil audit BPK yang menjadi acuan,” katanya.

Selain itu, Alwi juga mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran. Ia menyebut pembentukan Pansus membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, termasuk untuk kegiatan konsultasi ke kementerian atau lembaga terkait.

Setelah audit selesai dilakukan, lanjut Alwi, BPK menyampaikan hasil pemeriksaan yang menyatakan proyek tersebut tidak memiliki temuan maupun persoalan yang perlu ditindaklanjuti.

“Hasil audit BPK sudah keluar dan hasilnya clear, tidak ada temuan ataupun masalah,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil tersebut, DPRD Balikpapan akhirnya memutuskan tidak melanjutkan rencana pembentukan Pansus.

Alwi mengaku telah menyampaikan hasil audit tersebut kepada seluruh fraksi pengusul dan mendapat pemahaman dari anggota DPRD lainnya.

“Dengan hasil audit yang sudah jelas, kami menyampaikan kepada fraksi-fraksi bahwa Pansus tidak perlu dibentuk. Alhamdulillah, teman-teman fraksi dapat memahami dan memaklumi keputusan tersebut,” tutupnya.

Keputusan tersebut diharapkan dapat mengakhiri polemik terkait proyek pembangunan RS Sayang Ibu sekaligus memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *