Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, meminta pembangunan SMP Negeri (SMPN) 29 di kawasan Perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, mengedepankan kualitas konstruksi agar tidak mengulang persoalan yang terjadi pada sejumlah proyek sekolah sebelumnya.
Menurut Gasali, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) saat ini tengah mempercepat pembangunan sekolah guna mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Namun, kualitas hasil pekerjaan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat.
Ia menyoroti temuan keretakan pada bagian siring bangunan di SDN 022 Balikpapan Timur yang ditemukan tidak lama setelah proyek tersebut selesai dikerjakan. Meski masih dalam masa pemeliharaan, kondisi tersebut dinilai menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan proyek pembangunan sekolah lainnya.
“Kami meminta kepada kontraktor yang mengerjakan pembangunan sekolah agar benar-benar memastikan kualitas bangunan. Temuan keretakan di SDN 022 harus menjadi pelajaran sehingga tidak kembali terjadi pada proyek sekolah yang sedang maupun akan dibangun,” kata Gasali, Kamis (6/8/2026).
Politikus Golkar tersebut juga menegaskan pentingnya peran tim teknis, konsultan perencana, serta pengawas proyek dalam menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing. Menurutnya, pengawasan yang optimal menjadi kunci untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kami berharap tim teknis, konsultan, dan pengawas benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya. Prosedur pembangunan harus dilaksanakan sesuai SOP agar hasil fisik bangunan benar-benar berkualitas dan tidak menimbulkan persoalan akibat kelalaian,” terangnya.
Gasali menambahkan, sejumlah pembangunan sekolah baru di Balikpapan sempat menghadapi berbagai catatan teknis. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota menjadikan setiap temuan sebagai bahan evaluasi agar proyek pembangunan fasilitas pendidikan ke depan memiliki kualitas yang lebih baik.
“Jangan sampai pembangunan sekolah baru kembali menuai masalah. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kota maupun seluruh pihak yang terlibat agar kualitas bangunan benar-benar terjamin sejak awal,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)












