HUT ke-81 RI, Pelindo Tekankan Peran Pelabuhan sebagai Urat Nadi Ekonomi Bangsa

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk menegaskan kembali peran strategis pelabuhan dalam menjaga konektivitas dan menggerakkan perekonomian nasional.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pelindo, Dwi Fatan Lilyana, saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kantor Regional 4 Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (17/8/2026).

Upacara diikuti jajaran manajemen dan pekerja Pelindo Group wilayah kerja Balikpapan, mulai dari Pelindo Regional 4 Balikpapan, Pelindo Jasa Maritim (PJM), Pelindo Multi Terminal (PMT), Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Pelindo Marine Service (PMS), hingga PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Turut hadir General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan Suhadi Hamid, Direktur Utama KKT Enriany Muis, Branch Manager PMT Balikpapan Wahyudin, Deputy Manager Dukungan Bisnis Area Kalimantan I PJM Resa Sativa, serta General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda Capt Suparman.

Dalam amanatnya, Dwi mengatakan kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati, tetapi perlu dilanjutkan melalui karya dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas laut yang kuat. Pelabuhan menjadi salah satu simpul utama yang menghubungkan pergerakan barang, penumpang, serta aktivitas ekonomi antardaerah.

“Laut adalah pemersatu. Pelabuhan adalah penghubung. Dan konektivitas adalah urat nadi perekonomian bangsa,” pesannya.

Bukan Sekadar Bongkar Muat
Dwi menekankan bahwa peran pelabuhan tidak berhenti pada aktivitas bongkar muat. Pelindo juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan arus logistik dapat dikelola secara efektif sehingga manfaat konektivitas dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, perhatian terhadap pengembangan pelabuhan tidak hanya diarahkan pada pelabuhan besar. Pelabuhan kecil dan perintis juga memiliki peran penting sebagai penghubung masyarakat di berbagai wilayah.

Efisiensi pelayanan, peningkatan produktivitas bongkar muat, hingga pengurangan waktu tunggu kapal dinilai dapat memberikan dampak terhadap biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Manfaat tersebut diharapkan turut mengalir ke kawasan hinterland melalui pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya UMKM, serta penerapan operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.

Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Di tengah perubahan ekonomi dan teknologi yang berlangsung cepat, insan Pelindo juga didorong untuk terus beradaptasi.

Dinamika geopolitik, perubahan pola perdagangan global, tuntutan keberlanjutan, serta persaingan antarpelabuhan menjadi tantangan yang menuntut perusahaan bergerak lebih cepat dan terbuka terhadap perubahan.

Momentum HUT ke-81 RI pun menjadi pengingat bahwa pembangunan konektivitas harus terus dilakukan dengan semangat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain pesan mengenai peran strategis kepelabuhanan, dalam upacara tersebut Pelindo turut menyampaikan kepedulian terhadap masyarakat dan pekerja di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.

Dwi meminta jajaran, khususnya Port Captain di wilayah terdampak maupun daerah yang masih berpotensi mengalami gempa susulan, untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kesiapan fasilitas dan peralatan.

“Keselamatan manusia menjadi prioritas dalam setiap aktivitas operasional,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *