Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan komunitas lingkungan untuk memperkuat edukasi lingkungan bagi anak-anak sejak usia sekolah dasar. Langkah tersebut dinilai penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mengatakan program Duta Lingkungan Cilik dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun kesadaran anak terhadap persoalan lingkungan di Kota Balikpapan.
Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang dan pendampingan agar dapat terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan. Orang tua dan pendamping juga memiliki peran penting dalam mengarahkan kepedulian tersebut agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak ini bagian daripada perkembangan Kota Balikpapan,” kata Oddang usai menerima audiensi Forum Duta Lingkungan Hidup Balikpapan, Kamis (27/8/2026).
Oddang menilai dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar keberadaan Duta Lingkungan Cilik tidak sekadar menjadi simbol kampanye lingkungan. Para duta harus mendapatkan kesempatan untuk berperan secara nyata dalam menjaga lingkungan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.
“Jangan hanya seremonial saja,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, Komisi III bersama para finalis Duta Lingkungan Cilik turut membahas sejumlah persoalan lingkungan di Balikpapan. Mulai dari banjir hingga persoalan keberlanjutan pengelolaan sampah.
Menurut Oddang, keterlibatan anak-anak dalam pembahasan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan mulai tumbuh sejak dini. Ia pun mendorong para finalis untuk ikut memperkuat program pemilahan dan pengolahan sampah.
Dengan pendampingan yang tepat, kata dia, anak-anak dapat menjadi bagian dari gerakan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus mengajak lingkungan sekitarnya menerapkan kebiasaan positif.
“Perlu ada pendampingan, syukur-syukur bisa ikut berperan,” pesannya.
Sementara itu, Penasehat Forum Duta Lingkungan Hidup Balikpapan, Resty Yusuf, mengatakan keberlanjutan program membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Duta Lingkungan Cilik merupakan program yang baru berjalan selama dua tahun dan kini menyasar siswa kelas IV hingga kelas VI sekolah dasar.
Tahun ini, sebanyak 110 peserta mengikuti proses seleksi hingga ditetapkan 24 finalis. Mereka kemudian mengikuti berbagai kegiatan lingkungan selama sekitar satu bulan.
Resty berharap kolaborasi antara forum, sekolah, keluarga, pemerintah, dan DPRD dapat terus diperkuat sehingga edukasi lingkungan tidak hanya berlangsung selama program, tetapi juga menjadi kebiasaan anak-anak di kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan mereka bisa menjadi virus kebaikan bagi lingkungan sekitarnya,” harap Resty. (ADV/DPRD Balikpapan)












