Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Balikpapan. Kondisi ini mendapat perhatian DPRD Kota Balikpapan karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sufyan Jufri, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meningkatkan langkah perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak paparan asap.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh hanya direspons dengan imbauan kepada masyarakat. Pemerintah perlu memastikan langkah pencegahan dan penanganan dilakukan secara konkret, mengingat paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan.
“Pemerintah jangan menutup mata dengan kondisi Balikpapan saat ini. Paparan asap dampaknya sudah mulai dirasakan masyarakat. Harus ada langkah konkret, bukan hanya sosialisasi dan imbauan,” ujar Sufyan ketika diwawancarai wartawan, Selasa (8/9/2026).
Dia mengatakan, masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. Karena itu, pemantauan kondisi udara dan dampak kesehatan harus dilakukan secara serius oleh pemerintah bersama instansi terkait.
Sufyan mendorong Pemkot Balikpapan memperkuat pemantauan kualitas udara serta memastikan informasi mengenai kondisi udara dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
Menurutnya, informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan.
“Dampak paparan asap ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Jangan sampai menunggu ada korban baru pemerintah bergerak,” tegasnya.
Ia berharap langkah perlindungan terhadap masyarakat dilakukan sejak dini, sehingga dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla dapat diminimalkan. (ADV/DPRD Balikpapan)






