Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan terus berupaya mengatasi permasalahan pendidikan, khususnya terkait kekurangan tenaga pengajar di beberapa sekolah negeri. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, serta komite sekolah SDN 016 dan SMP 26 Balikpapan Regency, permasalahan ini dibahas secara mendalam.
Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah kekurangan guru di SDN 016 dan SMP 26, yang merupakan sekolah terpadu yang mulai beroperasi pada awal 2024. Menurut Gasali, kondisi ini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan di Balikpapan, terutama dalam memastikan kualitas pembelajaran yang optimal bagi para siswa.
“Kami menyadari bahwa kekurangan guru ini adalah persoalan yang harus segera dituntaskan. Oleh karena itu, kami telah berkoordinasi dengan BKPSDM, dan mereka telah berkomitmen untuk menambah tenaga pengajar dalam waktu dekat,” ujar Gasali kepada wartawan, Selasa (25/2/2025).
Sebagai solusi jangka pendek, tenaga pendidik tambahan dari lulusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini akan segera ditempatkan di sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan guru.
Langkah ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tenaga pengajar, setidaknya dalam waktu dekat.
Selain itu, Disdikbud juga tengah mempersiapkan tenaga pendidik baru untuk tahun ajaran mendatang. Hal ini juga sejalan dengan rencana pembukaan SMP 27 Balikpapan Tengah dan SMP 28 di Balikpapan Timur, yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar.
Gasali menegaskan bahwa DPRD Balikpapan akan terus mengawal proses penambahan tenaga pendidik ini hingga seluruh kebutuhan guru di berbagai sekolah negeri dapat terpenuhi.
Dengan adanya tambahan guru dan perbaikan dalam sistem pendidikan, diharapkan kualitas belajar-mengajar di SDN 016 dan SMP 26 semakin meningkat.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Balikpapan mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan penambahan tenaga pendidik ini,” tambahnya.
Pemerintah Kota Balikpapan juga diharapkan dapat merancang strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan tenaga pengajar yang memadai di masa mendatang. Dengan demikian, setiap siswa dapat memperoleh pendidikan yang optimal tanpa terkendala oleh kurangnya tenaga pengajar.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen DPRD dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Balikpapan, sekaligus menjawab tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik yang masih menjadi permasalahan di beberapa sekolah negeri. (Yud/ADV/DPRD Balikpapan)







