Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berencana melakukan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur yang berada di kawasan Balikpapan Barat.
Pasar yang selama ini dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas Kalimantan, khususnya kerajinan batu mulia, manik-manik, serta kain tradisional, diproyeksikan tidak hanya lebih tertata, tetapi juga mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan penataan ulang pasar bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan. Revitalisasi dipandang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan daya tarik ekonomi daerah sekaligus mendukung posisi Balikpapan sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pasar ini adalah kebanggaan warga. Setelah diperbarui, kami berharap ia menjadi pusat kegiatan ekonomi sekaligus tujuan wisata belanja yang lebih representatif,” ujarnya pada Senin (8/9/2025).
Rahmad memastikan bahwa selama proyek berlangsung, keberlangsungan aktivitas pedagang tetap menjadi prioritas. Pemkot akan menyiapkan area sementara untuk para pedagang agar transaksi tetap berjalan. Setelah pembangunan selesai, para pedagang dipastikan dapat kembali ke kios masing-masing tanpa pengurangan hak maupun penambahan biaya sewa.
“Kami ingin pembangunan ini menghadirkan manfaat ganda. Pedagang tidak dirugikan, sementara pembeli maupun wisatawan mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman,” tambah Rahmad.
Revitalisasi ini ditargetkan menghasilkan pasar yang lebih aman, nyaman, bersih, dan modern, lengkap dengan fasilitas umum seperti area parkir yang memadai, sistem drainase yang baik, hingga akses ramah disabilitas. Namun, Rahmad menegaskan identitas Pasar Inpres Kebun Sayur sebagai ikon Balikpapan Barat tidak akan dihilangkan.
Pemkot akan tetap mempertahankan ciri khas pasar sebagai pusat cenderamata dan produk khas Kalimantan, termasuk kerajinan tangan Dayak, batu akik, serta kuliner tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. (ADV/Diskominfo Balikpapan)







