Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah dan tidak terburu-buru menyalahkan guru ketika anak mendapat teguran. Menurutnya, dukungan orang tua sangat penting untuk menjaga wibawa guru sekaligus keberhasilan pendidikan karakter di sekolah.
Pernyataan itu disampaikan Yono menyikapi dugaan pengeroyokan terhadap guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN 017 Balikpapan Timur, Muh. Afdal (31), yang diduga menjadi korban kekerasan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah.
Yono menilai, salah satu tantangan dunia pendidikan saat ini adalah kecenderungan sebagian orang tua yang langsung membela anak tanpa terlebih dahulu mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.
“Dulu ketika kita ditegur guru, itu menjadi cambuk untuk memperbaiki diri. Sekarang anak-anak sering mengadu kepada orang tua, lalu orang tua ikut membela tanpa melihat persoalan secara utuh. Hal seperti ini justru memberikan contoh yang kurang baik,” ujar Yono, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan, setiap guru memiliki tujuan yang sama, yakni membimbing dan mendidik siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, orang tua diharapkan dapat menjadikan teguran guru sebagai bagian dari proses pendidikan, bukan sebagai bentuk permusuhan.
“Saya berharap orang tua jangan langsung ikut terbawa emosi. Saya yakin semua guru ingin muridnya menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Meski demikian, Yono juga mengingatkan para guru agar tetap mengedepankan pendekatan yang humanis saat memberikan pembinaan kepada siswa. Menurutnya, cara mendisiplinkan peserta didik harus disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai kedisiplinan.
Sebagai langkah pencegahan, Yono mengusulkan agar sekolah menggelar pertemuan dengan seluruh wali murid sebelum tahun ajaran baru dimulai. Forum tersebut dinilai penting untuk menyamakan persepsi mengenai peran guru, hak dan kewajiban orang tua, serta pola pembinaan karakter anak.
“Kalau perlu seluruh wali murid dikumpulkan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Berikan pemahaman mengenai peran guru, hak dan kewajiban orang tua, sehingga persoalan seperti ini tidak terulang,” tuturnya.
Ia berharap komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga dapat memperkuat kepercayaan terhadap guru serta mencegah munculnya konflik yang berujung pada tindakan kekerasan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua di rumah. (ADV/DPRD Balikpapan)







