Himpun 1,7 Juta Arsip Kementerian dan Lembaga, Pengelolaan Kearsipan di IKN Akan Terapkan Sistem Digitalisasi

lintaskaltim.com, SAMARINDA – Perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara termasuk didalamnya pemindahan kementerian dan lembaga negara dipastikan tidak serta-merta membawa tumpukan berkas serta arsip dari Jakarta ke IKN.

Pada peringatan Hari Kearsipan Nasional ke 53 tahun 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur, Pelaksana Tugas Kepala Arsip Nasional RI (ANRI) Imam Gunarto mengatakan pihaknya telah mendorong kementerian dan lembaga menerapkan penerapan digitalisasi untuk penyelenggaraan kearsipan.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memastikan arsip-arsip di kementerian dan lembaga tidak perlu ikut pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN). ANRI telah memfasilitasi alih media dan digitalisasi arsip-arsip di 63 kementerian/lembaga sehingga dapat diakses dari jarak jauh.

Hal ini dilakukan agar setiap kantor kementerian yang berpindah ke ibukota baru tidak perlu membawa tumpukan dokumen pengelolaan arsip.

Saat ini juga seluruh arsip pemerintah dikatakan tersimpan secara aman dalam sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi atau Srikandi yang dapat diakses terima Yang dapat diakses dari mana saja.

Upaya digitalisasi arsip ini disebut telah sejalan dengan konsep pemerintahan di IKN yang diproyeksikan berbasis digital dan ramah lingkungan.

“Selama setahun ini ANRI sudah membenahi arsip kementerian lembaga, terkumpul sebanyak 35 ribu kilometer arsip, dan sudah ditingkatkan 1,7 juta arsip, jadi artinya kementerian yang pindah ke ibukota tidak perlu bawa arsip tapi sudah bisa di akses secara digital,” ungkap Imam Rabu (29/5/2024).

Pada momen HKN ke 53 di Kalimantan Timur tersebut ANRI juga mengenalkan inovasi dokumentasi dan perekaman menunjang digitalisasi arsip di lingkungan pemerintah Kalimantan Timur.

Menganggapi hal itu, Pejabat Gubernur Kalimantan Timur juga akan menerapkan hal yang sama untuk menunjang penyelenggaraan kearsipan yang baik untuk Kaltim.

Atas nama Provinsi Kaltim, kami mengucapkan terima kasih, ini adalah momentum yang baik bukan hanya bagi Kaltim tetapi juga seluruh daerah otonom di Indonesia, saatnya kita mulai dengan digitalisasi, pendekatan analog kertas selama ini harus kita dorong ke depan,” ujar Akmal Malik.

Menurut Akmal, teknologi digital memainkan peran penting dalam efisiensi dan keamanan data. Dengan beralih ke arsip digital, pemerintah dapat meningkatkan produktivitas dan keamanan informasi, sambil mengurangi beban logistik yang terkait dengan pemindahan fisik arsip

Langkah ini dianggap sebagai tonggak sejarah dalam modernisasi pemerintahan dan merupakan contoh nyata bagaimana teknologi dapat mengubah paradigma kerja dan infrastruktur secara menyeluruh. Diharapkan bahwa lebih banyak instansi pemerintah akan mengadopsi praktik ini untuk mengoptimalkan efisiensi operasional mereka di masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *