BERAU,- Bupati Berau Sri Juniarsih secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) Ke-5 Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Jalan (KDKLJ) Kaltim-Kaltara di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah. Sebagai salah satu suku terbesar di tanah Kalimantan, ia menilai warga dayak salah satu suku yang komitmen menjaga adat dan istiadat leluhur hingga saat ini.
“Suku dayak adalah salah satu suku asli terbesar di Kabupaten Berau yang memiliki kekayaan budaya dan terus lestari hingga kini,” ungkapnya.
Untuk itu, iapun bersyukur Kampung Tepian Buah dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Mubes Ke-5 pada tahun ini. yang mempertemukan warga dayak kenyah lepoq dari dua provinsi sekaligus.
“Pada kesempatan hari ini. Alhamdulillah hadir seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh budaya Dayak Kenyah Lepoq Jalan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ucapnya.
Mubes Ke-5 ini menjadi forum tertinggi dalam organisasi, sehingga diharapkan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Rotasi kepengurusan dan rumusan program kerja serta haluan organisasi agar dapat dibahas dengan secermat-cermatnya.
Selain itu, dirinya juga mengapresiasi Mubes Ke 5 yang diisi dengan pagelaran Festival Seni Budaya.
“Yang tentunya dapat mendatangkan kegembiraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sri menambahkan, dengan telah terbentuknya organisasi KDKLJ sebagai perkumpulan masyarakat suku Dayak Kenyah Lepoq Jalan Kaltim-Kaltara agar bisa semakin mempererat persaudaraan. Bukan hanya kepada sesama suku dayak, tetapi terhadap suku lain yang ada di Berau.
“Dan sekaligus difungsikan sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang sangat berperan dalam mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan dan Kebudayaan dalam bermasyarakat,” bebernya.
Terutama dengan adanya KDKLJ, Sri Juniarsih ingin dapat meningkatkan semangat Dayak Kenyah Lepoq Jalan bisa merawat adat istiadat budaya.
“Asli masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan di Kabupaten Berau agar terus lestari dan bermanfaat bagi generasi dimasa yang akan datang,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Tariska







